DASAR-DASAR
PENDIDIKAN
MAKALAH
PERKEMBANGAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA
DI
DUNIA DAN DIINDONESIA DEWASA
Oleh
Kelompok XI
MARSIAN PUTRI (160103074)
NURUL AINI (160103064)
Kelas IIC
PRODI TADRIS MATEMATIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH KEGURUAN
INSITUT AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM
2016/2017
KATA
PENGANTAR
Segala puji hanya milik Allah SWT.yang atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelsaikan
penyusunan makalah yang
berjudul ”perkembangan pendidikan
matematika di Dunia dan di Indonesia ”. Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan
makalah ini selain untuk
menyelesaikan tugas yang di berikan oleh
dosen pengajar, juga untuk lebih memperluas
pengetahuan para mahasiswa dan mahasiswi khususnya bagi saya yang menyusun. Saya telah
berusaha untuk dapat menyusun makalah ini dengan baik , namun saya menyadari
bahwa saya memiliki akan keterbatasan
sebagai manusia biasa.
Oleh karena itu, jika didapati adanya kesalahan-kesalahan baik dari segi teknik penulisan maupun dari
isi, dan kritik serta saran dari
dosen pengajar bahkan untuk semua
pembaca, saya sangat mengharapkan untuk
dapat menyempurnakan makalah ini, terlebih
juga dalam pengetahuan kita bersama. Harapan ini sangat bermanfaat bagi
kita semua.
Mataram
DAFTAR ISI
Ø KATA
PENGANTAR.……………………………………………….2
Ø DAFTAR
ISI …………………………………………………………3
Ø BAB
I PENDAHULUAN
Latar Belakang Materi
………………………………………………..3
Tujuan Pembelajaran …………………………………………………3
Ø BAB
II PEMBAHASAN
A.
Pengertian
matematika……………………………………………5
B. Perkembangan
pendidikan matematika…………………………..6
C.
Faktor yang mendorong dan
menghambat perkembangan pendidikan matematika …………………………………………………………………...13
Ø BAB III PENUTUP
Kesimpulan …………………………………………………………15
Ø DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan memegang peranan penting
dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetisi
dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pendidikan harus
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil maksimal. Pendidikan
hendaknya dikelola, baik secara kualitas maupun kuantitas. Hal tersebut dapat
dicapai dengan terlaksananya pendidikan yang tepat waktu dan tepat guna untuk
mencapai tujuan pembelajaran.Salah satu
dari pembelajaran tersebut adalah
matematika,dimana Matematika
merupakan pelajaran yang materinya memiliki karakteristik yang sifatnya
abstrak.Keabstrakannya inilah yang membuat bahwa matematika itu pelajaran yang
sulit untuk dipelajari.Padahal saat ini matematika merupakan pelajaran yang
penting dan masuk dalam UAN (Ujian Akhir Nasional).Paradigma tentang matematika
merupakan pelajaran yang sulit yang ada pada siswa, inilah yang membuat mereka
terkendala dalam menghadapi UAN dan
kadang sampai ada yang tidak lulus gara – gara pelajaran matematika.Semua itu
jelas sangat disayangkan,karena jelas berarti pembelajaran matematika tidak
dapat dicapai dengan terlaksananya pendidikan yang tepat waktu dan tepat
guna mencapai tujuan dari pembelajaran
matematika itu sendiri.
B. RUMUSAN
MASALAH
1.
Pengertian
matematika.
2.
Perkembangan
pendidikan matematika
3.
Faktor
yang mendorong dan menghambat perkembangan pendidikan matematika Di indonesia
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
matematika
Matematika
merupakan ilmu yang dafat membantu bagi ilmu-ilmu yang lain, baik dari segi
pengembangan ilmu yang bersangkutan maupun dalam terepannya pada aspek ehidupan
sehari-sehari. Aktifitas keseharian manusia tidak terlepas dari terepan
matematika meskipun dalam bentuk sederhana seperti penggunaan oprasi hitung dan
logika. Oleh karna itu idealnya kita mengerti tentang matematika minimalnya
terepannya. Dibalik semua ini
menghubungkan matematika dengan bilangan atau ada pula yang mengertikan
matematika sebagai ilmu hitung menghitung yang penuh dengan hapalan rumus.
Padahal matematika memiliki cakupan yang luas daeri sekedar permainan bilangan
dan hitung menghitung atau aritmatika belaka. Aritmatika hanyalah merupakan
bagian kecil dari sebagian geometri, aljabar dan analisis. Matematia juga bukan
hanya menghapal rumus tetapi juga menyangkut bagaimana rumus di pormalisasikan,
untuk kemudian diterapan luas cukupnya namun demikian bukan berarti matematika
tidak dapat didefinisikan.
Menurut para ahli ada beberapa
pendefinisain matematika
1) Jhoson
dan Mykelebust
Matematika
adalah bahasa simbol yang berfungsi untuk mengeksperasikan hubungan kuantitatif
dan kuruangan serta untuk memudahan untuk berfikir.
2) Larner
Matematika
sebagai bahasa simbolis juga merupakan bahasa universal yang memungkinkan
manusia memikirkan, mencatat, mengkomunuikasin ide mengenai elemen, dan
kuantitas.
3) Paling
Matematika
adalah suatu cara untuk menemukan jawaban terhadap masalah yang dihadapi
manusia, dengan mengunakan informasi, pengetahuan tentang bentuk aturan atau
menghitung.
4) Kline
Matematika
merupakan bahasa simbolis dari cirri utamanya adalah penggunaan cara bernalar
deduktif tetapi juga merupakan cara bernalar
deduktif.
5) James
dan James
Matematika adalah ilmu tentang logika
mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsep-konsep yang berhubungan satu sama
lain dengan jumlah yang banyak.
6) Herman
Handoyo
Matematika adalh idea atau konsep
abstrak yang tersusun secara hirarkis
dengan penalaran yang deduktif.
7) Johson
dan Rising
Matematika adalh pola berfikir pola
menggorganisasikan pembuktiaan yang logic.
Batasan
yang lain
Matematika adalh ilmu
tentang struktur yang logis, ilmu tentang pola dan hubungan,ilmu deduktif serta
matematika juga dipandang sebagai bahasa dan seni. Berdasarkan
beberapadefinisi tersebut di atas dapat diindikasikan bahwa pandangan tentang
matematika dapat diidentifikasikandari berbagai hal antara lain, dari fungsi,
metode, dan struktur dan isinya.Beragam dari definisi tentang matematika
tersebut menunjukkan bahwa belum adanya pengertian matematika yang tunggal.
B. Perkembangan
pendidikan matematika
Pendidikan
setiap banggsa mesi memilii ideology, yakni keyainan, nilai,cita-cita,visi, dan
metode untu meraihnya yang setia memajukan bangsa dan
negaranya. Dengan demikian, sebuah proses pendidikan bukan sekadar transfer
pengetahuan dan mendorong siswa agar membuat persiapan untuk menjawab
pertanyaan ketika musim ulangan dan ujian tiba.
Ada empat domain pokok yang mesti dipahami dan menjadi acuan dalam
setiap proses pendidikan di Indonesia, yaitu agar setiap siswa mengenal dan
memahami potensi dirinya sehingga merasa mantap nantinya ketika memilih satu
jurusan yang sesuai dengan bakat dan minatnya.Kedua, mengenal karakter dan
potensi daerahnya yang potensial untuk dipelihara dan dikembangkan. Ketiga, memahami
sejarah dan jati diri bangsanya untuk dijaga kehormatannya dan dimakmurkan
rakyatnya. Keempat, guru dan siswa juga perlu memiliki wawasan regional-global
meskipun sekilas mengenai apa yang tengah dan akan terjadi pada tingkat
internasional.
Keempat domain itu sangat penting dimiliki oleh setiap siswa
karena nantinya mereka akan menerima estafet kepemimpinan dan kepemilikan
bangsa ini. Tapi disayangkan, suasana batin pendidikan sekarang ini lebih
banyak diributkan oleh hal-hal administratif dan heboh ujian nasional yang
materinya sangat kognitif.Dimana Matematika selalumenjadi momok bagi siswa, itu
sudah tidak diragukan lagi. Matematika menjadi penyebab utama ketaklulusan
siswa SMA jurusan IPA maupun IPS. Namun disadari matematika tidak akan mungkin
hilang, karena sangat dibutuhkan dalam kehidupan kita agar lebih baik. Suka
atau tidak suka seseorang terhadap matematika, namun tidak dapat dihindari
bahwa hidupnya akan senantiasa bertemu dengan matematika, entah itu dalam pembelajaran
formal, non formal maupun dalam kehidupan praktis sehari-hari. Matematika
merupakan alat bantu kehidupan dan pelayan bagi ilmu-ilmu yang lain, seperti
fisika, kimia, biologi, astronomi, teknik, ekonomi, farmasi maupun matematika
sendiri.
Mungkin
diantara kita banyak yang bertanya bukankah saat ini sudah ada kalkulator dan
komputer sehingga matematika sebagai alat bantu kehidupan menjadi berkurang?
Memang benar, dengan kehadiran kedua alat tersebut banyak persoalan kehidupan
yang awalnya mudah menjadi sulit, dan dapat diselesaikan dalam waktu yang
relatif singkat. Namun perlu diketahui bahwa alat-alat tersebut pun juga
menggunakan prinsip matematika. Tanpa adanya prinsip-prinsip dan konsep
matematika kedua alat tersebut yaitu kalkulator dan komputer tidak mungkin ada.
Begitu pentingnya matematika dalam kehidupan maka tidak aneh jika pembelajaran
matematika mengalami perkembangan dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Bagaimanakah perkembangan pembelajaran matematika di dalam negeri?
Matematika tradisional
Setelah
Indonesia terlepas dari penjajahan kolonial, pemerintah berbenah diri menyusun
program pendidikan. Matematika diletakkan sebagai salah satu mata pelajaran
wajib. Saat itu pembelajaran matematika lebih ditekankan pada ilmu hitung dan
cara berhitung. Urutan-urutan materi seolah-olah telah menjadi konsensus
masyarakat. Karena seolah-olah sudah menjadi konsensus maka ketika urutan
dirubah sedikit saja protes dan penentangan dari masyarakat begitu kuat. Untuk
pertama kali yang diperkenalkan kepada siswa adalah bilangan asli dan
membilang, kemudian penjumlahan dengan jumlah kurang dari sepuluh, pengurangan
yang selisihnya positif dan lain sebagainya.
Keistimewaan
lain dari pembelajaran matematika tradisional adalah bahwa
pembelajaran lebih menekankan hafalan
dari pada pengertian, menekankan bagaimana sesuatu itu dihitung bukan mengapa
sesuatu itu dihitungnya demikian, lebih mengutamakan kepada melatih otak bukan
kegunaan, bahasa/istilah dan simbol yang digunakan tidak jelas, urutan operasi
harus diterima tanpa alasan, dan lain sebagainya.
Urutan operasi hitung pada era
pembelajaran matematika tradisional adalah kali, bagi, tambah dan kurang.
Maksudnya bila ada soal dengan menggunakan operasi hitung maka perkalian harus
didahulukan dimanapun letaknya baru kemudian pembagian, penjumlahan dan
pengurangan. Urutan operasi ini mulai tahun 1974 sudah tidak dipandang kuat
lagi banyak kasus yang dapat digunakan untuk menunjukkan kelemahan urutan
tersebut.
Contoh
12:3 jawabanya adalah 4
dengan tanpa memberi tanda kurung , soal
di atas ekuivalen dengan
9+3:3, berdasar urutan operasi yaitu
bagi dulu baru jumlah dan hasilnya adalah 10. Perbedaan hasil inilah yang
menjadi alasan bahwa urutan tersebut kurang kuat.
Sementara itu cabang matematika yang
diberikan di sekolah menengah pertama adalah aljabar dan geometri bidang.
Geometri ini diajarkan secara terpisah dengan geometri ruang selama tiga tahun.
Sedangkan yang diberikan di sekolah menengah atas adalah aljabar, geometri
ruang, goneometri, geometri lukis, dan sedikit geometri analitik bidang.
Geometri ruang tidak diajarkan serempak dengan geometri ruang, geomerti lukis
adalah ilmu yang kurang banyak diperlukan dalam kehidupan sehingga menjadi
abstrak dikalangan Pembelajaran Matematika Modern
Pengajaran
matematika modern resminya dimulai setelah adanya kurikulum 1975. Model
pembelajaran matematika modern ini muncul karena adanya kemajuan teknologi, di
Amerika Serikat perasaan adanya kekurangan orang-orang yang mampu menangani
sejata, rudal dan roket sangat sedikit, mendorong munculnya pembaharuan
pembelajaran matematika. Selain itu penemuan-penemuan teori belajar mengajar
oleh J. Piaget, W Brownell, J.P Guilford, J.S Bruner, Z.P Dienes, D.Ausubel,
R.M Gagne dan lain-lain semakin memperkuat arus perubahan model pembelajaran
matematika.
W Brownell mengemukakan bahwa belajar
matematika harus merupakan belajar bermakna dan berpengertian. Teori ini sesuai
dengan teori Gestalt yang muncul sekitar tahun 1930, dimana Gestalt menengaskan
bahwa latihan hafal atau yang sering disebut drill adalah sangat penting dalam
pengajaran namun diterapkan setalah tertanam pengertian pada siswa.
Dua hal
tersebut di atas memperngaruhi perkembangan pembelajaran matematika dalam
negeri, berbagai kelemahan seolah nampak jelas, pembelajaran kurang menekankan
pada pengertian, kurang adanya kontinuitas, kurang merangsang anak untuk ingin
tahu, dan lain sebagainya. Ditambah lagi masyarakat dihadapkan pada kemajuan
teknologi. Akhirnya Pemerintah merancang program pembelajaran yang dapat
menutupi kelemanahan-kelemahan tersebut, munculah kurikulum 1975 dimana
matematika saat itu mempnyai karakteristik sebagai berikut ;
a. Memuat topik-topik dan pendekatan baru. Topik-topik baru yang
muncul adalah himpunan, statistik dan probabilitas, relasi, sistem numerasi
kuno, penulisan lambang bilangan non desimal.
b. Pembelajaran lebih menekankan pembelajaran bermakna dan
berpengertian dari pada hafalan dan ketrampilan berhitung.
c. Program matematika sekolah dasar dan sekolah menengah lebih continue
d. Pengenalan penekanan pembelajaran pada struktur
e. Programnya dapat melayani kelompok anak-anak yang kemampuannya
hetrogen.
f. Menggunakan bahasa yang lebih tepat.
g. Pusat pengajaran pada murid tidak pada guru.
h. Metode pembelajaran menggunakan meode menemukan, memecahkan
masalah dan teknik diskusi.
i.
Pengajaran matematika lebih
hidup dan menarik
j.
Pembelajaran Matematika masa
kini
Pembelajaran
matematika masa kini adalah pembelajaran era 1980-an. Hal ini merupakan gerakan
revolusi matematika kedua, walaupun tidak sedahsyat pada revolusi matematika
pertama atau matematika modern. Revolusi ini diawali oleh kekhawatiran negara
maju yang akan disusul oleh negara-negara terbelakang saat itu, seperti Jerman
barat, Jepang, Korea, dan Taiwan. Pengajaran matematika ditandai oleh beberapa
hal yaitu adanya kemajuan teknologi muthakir seperti kalkulator dan komputer.
Perkembangan
matematika di luar negeri tersebut berpengaruh terhadap matematika dalam
negeri. Di dalam negeri, tahun 1984 pemerintah melaunching kurikulum baru,
yaitu kurikulum tahun 1984. Alasan dalam menerapkan kurikulum baru tersebut
antara lain, adanya sarat materi, perbedaan kemajuan pendidikan antar daerah
dari segi teknologi, adanya perbedaan kesenjangan antara program kurikulum di
satu pihak dan pelaksana sekolah serta kebutuhan lapangan dipihak lain, belum
sesuainya materi kurikulum dengan tarap kemampuan anak didik. Dan, CBSA (cara
belajar siswa aktif) menjadi karakter yang begitu melekat erat dalam kurikulum
tersebut.
Dalam
kurikulum ini siswa di sekolah dasar diberi materi aritmatika sosial, sementara
untuk siswa sekolah menengah atas diberi materi baru seperti komputer. Hal lain
yang menjadi perhatian dalam kurikulum tersebut, adalah bahan bahan baru yang
sesuai dengan tuntutan di lapangan, permainan geometri yang mampu mengaktifkan
siswa juga disajikan dalam kurikulum ini.
Sementara itu langkah-langkah agar
pelaksanaan kurikulum berhasil adalah melakukan hal-hal sebagai berikut;
a) Guru supaya meningkatkan profesinalisme.
b) Dalam buku paket harus dimasukkan kegiatan yang menggunakan
kalkulator dan computer.
c) Sikronisasi dan kesinambungan pembelajaran dari sekolah dasar dan
sekolah lanjutan.
d) Pengevaluasian hasil pembelajaran.
e) Prinsip CBSA di pelihara terus.
Kurikulum Tahun 1994.
Kegiatan
matematika internasional begitu marak di tahun 90-an. walaupun hal itu bukan
hal yang baru sebab tahun tahun sebelumnya kegiatan internasional seperti
olimpiade matematika sudah berjalan beberapa kali. Sampai tahun 1977 saja sudah
19 kali diselenggarakan olimpiade matematika internasional. Saat itu Yugoslavia
menjadi tuan rumah pelaksanaan olimpiade, dan yang berhasil mendulang medali
adalah Amerika, Rusia, Inggris, Hongaria, dan Belanda.
Indonesia
tidak ketinggalan dalam pentas olimpiade tersebut namun jarang mendulang
medali. (tahun 2004 dalam olimpiade matematika di Athena, lewat perwakilan
siswa SMU 1 Surakarta atas nama Nolang Hanani merebut medali). Keprihatinan
tersebut diperparah dengan kondisi lulusan yang kurang siap dalam kancah kehidupan.
Para lulusan kurang mampu dalam menyelsaikan problem-probelmke hidupan dan lain
sebagainya. Dengan dasar inilah pemerintah berusaha mengembangkan kurikulum
baru yang mampu membekali siswa berkaitan dengan problem-solving kehidupan.
Lahirlah kurikulum tahun 1994.
Dalam
kurikulm tahun 1994, pembelajaran matematika mempunyai karakter yang khas,
struktur materi sudah disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak, materi
keahlian seperti komputer semakin mendalam, model-model pembelajaran matematika
kehidupan disajikan dalam berbagai pokok bahasan. Intinya pembelajaran
matematika saat itu mengedepankan tekstual materi namun tidak melupakan hal-hal
kontekstual yang berkaitan dengan materi. Soal cerita menjadi sajian menarik
disetiap akhir pokok bahasan, hal ini diberikan dengan pertimbangan agar siswa
mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan yang dihadapi sehari-hari.
Kurikulum taun 2004
Setelah
beberapa dekade dan secara khusus sepuluh tahun berjalan dengan kurikulum 1994,
pola-pola lama bahwa guru menerangkan konsep, guru memberikan contoh, murid
secara individual mengerjakan latihan, murid mengerjakan soal-soal pekerjaan
rumah hanya kegiatan rutin saja disekolah, sementara bagaimana keragaman
pikiran siswa dan kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasannya kurang menjadi
perhatian.
Para siswa umumnya belajar tanpa ada
kesempatan untuk mengkomunikasikan gagasannya, mengembangkan kreatifitasnya.
Jawaban soal seolah membatasi kreatifitas dari siswa karena jawaban benar
seolah-lah hanya otoritas dari seorang guru. Pembelajaran seperti paparan di
atas akhirnya hanya menghasilkan lulusan yang kurang terampil secara matematis
dalam menyelesaikan persoalah-persoalan seharai-hari. Bahkan pembelajaran model
di atas semakin memunculkan kesan kuat bahwa matematika pelajaran yang sulit
dan tidak menarik.
Tahun 2004 pemerintah melaunching
kurikulum baru dengan nama kurikulum berbasis kompetesi. Secara khusus model
pembelajaran matematika dalam kurikulum tersebut mempunyai tujuan antara lain;
a. Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan,
misalnya melalui kegiatan penyelidikan, eksplorasi, eksperimen,
menunjukkankesamaan, perbedaan, konsistensi dan iskonsistensi.
b. Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi,
intuisi, dan penemuan dengan mengembangkan divergen, orisinil, rasa ingin tahu,
membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba.
c. Mengembangkan kemampuan memcahkan masalah.
d. Mengembangkan kewmapuan menyampaikan informasi atau mengko
e. Mengembangkan kemampuan
menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain melalui
pembicaraan lisan, catatan, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan.
Sementara
itu secara umum prinsip dasar dari kurikulum tersebut adalah bahwa setiap siswa
mampu mempelajari apa saja hanya waktu yang membedakan mereka dalam ketuntasan
belajar. Siswa tidak diperkenankan mengikuti pelajaran berikutnya sebelum
menuntaskan pelajaran sebelumnya. Dengan demikian remedial-remedial akan
seringa dijumpai terutama siswa yang sering tidak tuntas dalam belajarnya
C. Faktor yang mendorong dan menghambat
perkembangan pendidikan matematika
Dalam
perkembangan pendidikan matematika ada faktoryang mendorong dalam mempengaruhi
keberhasilan tersebut , tapi ada juga menjadi penghambat dalam keberhasilan
tersebut. Saat ini kita akan bahas terlebih dahulu faktor yang
menghambat.Hambatan perkembangan belajar bukan suatu hambatan tunggal, tetapi
merupakan kategori umum dari pendidikan khusus yang terdiri dari hambatan dalam
beberapa dari tujuh bidang khusus ini, yaitu:
1. bahasa reseptif (memaknai apa yang
didengar)
2. bahasa ekspresif (bicara)
3. keterampilan dasar membaca
4. memahami bacaan
5. ekspresi tulisan
6. hitungan matematik
7. berpikir matematik.
Bentuk
lainnya dari hambatan ini yang sering terjadi antara lain kurangnya
keterampilan sosial dan gangguan emosi atau perilaku seperti hambatan pemusatan
perhatian (ADD/Attention Deficit Disorder). Hambatan perkembangan belajar tidak
sama dengan ketidakmampuan membaca atau disleksia meskipun ini sering disalah
artikan seperti itu. Tetapi apabila kita kaji lebih jauh, sebenarnya sangat
banyak informasi yang ada berkenaan dengan hambatan perkembangan belajar
tersebut, berhubungan dengan kesulitan membaca, dan banyak anak-anak dengan
kesulitan belajar yang kekurangan utamanya dalam membaca.
Suatu bagian yang penting dari definisi hambatan perkembangan
belajar menurut the IDEA (the Individuals with Disabilities Education Act)
adalah bukan termasuk atau tidak dapat dihubungkan terutama dengan tunagrahita
(Mentally Retarded), gangguan emosi dan perilaku (tunalaras), perbedaan budaya,
atau kondisi lingkungan atau ekonomi yang tidak menguntungkan. Dalam hal ini,
konsep hambatan perkembangan belajar itu fokus pada ketidaksesuaian antara
prestasi akademik seorang anak dengan kemampuan dia yang kelihatan dan
aktivitasnya dalam belajar. Diperjelas oleh hasil penelitian Zigmond (2003:
72), bahwa “hambatan ini merupakan refleksi masalah belajar yang tidak terduga
dalam suatu kemampuan anak yang nampak.”
Jadi masalah yang berhubungan dengan hambatan perkembangan belajar
pada umumnya meliputi validitas yang diperkirakan akan terjadi, kesulitan dalam
identifikasi dan pembelajaran pada anak hambatan perkembangan belajar,
melakukan identifikasi, klasifikasi, pelaksanaan intervensi dan membedakan jenis-jenis
hambatan belajar (seperti: hambatan membaca, menulis, dan matematik itu
sendiri) yang berhubungan dengan anak-anak tersebut menjadi tidak optimal.
Selain dari pada itu semua, ada juga
faktor yang mendorong dalam matematika,yaitu adanya motivasi belajar daripada
siswa itu sendiri. Dimana motivasi belajar dibagi menjadi dua jenis yaitu:
a) Motivasi ekstrinsik
Motivasi ini disebabkan oleh kejadianoleh kejadian atau ganjaran
dari luar diri siswa yang tidak terkait dengan situasi belajar itu
sendiri,artinya apa yangdipelajari tidak ada hubungan dengan tujuan yang ingin
diraihnya.Termasuk dalam motivasi belajar matematika yang ekstrinsik antara
lain:
a. Belajar matematika karena untuk memenuhi tugas dan kewajiban guru.
b. Belajar matematika karena menghindari hukuman.
c. Belajar matematika demi untuk mendapatkan hadiah.
d. Belajar matematika karena ingin meningkatkan gengsi.
e. Belajar matematika demi memperoleh pujian orang lain.
b) Motivasi intrinsik
Motivasi ini adalah adanya motif-motifyang aktif dan berfungsinya
tidak perlu dirangsang dari luar.Termasuk dalam motivasi belajar matematika
yang intrinsik antar lain:
a. Belajar matematika karena rasa ingin mengetahui tentang
matematika.
b. Belajar matematika karena hasrat untuk berprestasi di bidang
matematika secara baik.
c. Belajar matematika karenaingin memperoleh kepuasaan diri.
d. Belajar matematika karena ingin bisa mencapai hasil yang
diinginkan
PENUTUP
Kesimpulan
Perkembangan matematika masa depan itu tanggung jawab bersama dan
berada ditangan matematikawan sendiri. Matematika merupakan pondasi yang perlu
ditanamkan sejak dini. Kalau sejak dini siswa tak suka matematika, maka mereka
tidak akan pernah suka matematika. Salah satu karakteristik matematika adalah
diterapkan atau diaplikasikan dalam bidang ilmu lain maupun dalam kehidupan
sehari-hari. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak lepas dari
peranan matematika. Ketika ada sebuah penelitian untuk membuat sesuatu yang
baru atau untuk mengembangkan suatu hal yang telah ada, maka matematika
digunakan ketika melakukan penelitian. Mulai perumusan masalah, pengumpulan
data dan fakta, penggambaran dan pengolahan data serta penganalisisan data
sampai penarikan kesimpulannya. Ketika ada masalah belajar maka perlu adanya
penyelesaian atau solusi. Kondisi seperti ini matematika digunakan melalui
investigasi dan problem solving. Kedua hal tersebut merupakan jantungnya
matematika untuk membantu siswa meningkatkan kemampuan menemukan, menganalisis,
dan membuktikan serta dapat memebantu siswa menyelesaiakan masalah yang berbeda-beda
sesuai dengan situasinya.
DAFTAR PUSTAKA
A.S.Anwar.(2009).Diktat Psikologi Pembelajaran
Matematika.Yogyakarta
HIDAYAT.KOMARUDDIN(10Desember2010).Pendidikan
memihak siapa?.
www.seputar-indonesia.com
http://masbando.tripod.com/subandoweb/perkebmat.htm
http://duniaguru.com/index.php?option=com_content&task=view&id=991&Itemid=26
http://groups.yahoo.com/group/sd-islam/message/3657






0 komentar:
Posting Komentar