KARYA
TULIS ILMIAH
PENGARUH INTEGRASI STATISTIKA
DENGAN AL – QUR’AN
Oleh
Nurasini
160103089
Kelas IC
PRODI
TADRIS MATEMATIKA
FAKULTAS
ILMU TARBIYAH KEGURUAN
INSITUT
AGAMA ISLAM NEGERI MATARAM
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “pengaruh integrasi statistika dengan al-qur’an ”, yang mana makalah
ini diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran bahasa indonesia.
Adapun yang kami bahas dalam makalah ini
yaitu integrasi, statistika, al-qur’an . Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan-kekurangannya, hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan, waktu,
serta sumber yang kami miliki. Oleh karena itu kritik dan saran
yang sifatnya membangun sangat kami harapkan untuk perbaikan penyusunan
selanjutnya.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi kami khususnya dan bagi para pembaca pada
umumnya.
Mataram, 29 November 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
COVER.............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR................................................................................... .. ii
DAFTAR
ISI .................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................. 1
I.1. Latar
Belakang ..................................................................................... 1
I.2. Rumusan
Masalah ................................................................................ 1
I.3. Tujuan ................................................................................................... 2
1.4. Manfaat ................................................................................................ 2
I.5. Hipotesis................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................. 3
II.1 Integrasi............................................................................................... 3
II.2 Statistika............................................................................................... 4
II.3 Al-Qur’an .......................................................................................... .. 4
BAB
III PENUTUP.......................................................................................... 11
III.1. Kesimpulan
……………………………………………………….. 11
III.2. Saran ……………………………………………………………….. 11
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... .. 12
BAB
I
PENDAHULUAN
I.1
Latar Belakang
Komplek masalah
kehidupan ini yang terkandung dalam tampak saling tumpang tindih sehingga
masalah menjadi semakin rumit dipecahkan, telah memaksa lahirnya pola - pola berfikirr bbaru seperti persialisasi – persialisasi masalah guna
mempermudah memecehakan. Untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang
demikian komplek tersebut maka diperlukan adanya tafsir alqur’an dengan metode
baru yaitu metode temmatik [1]
Secara etimologis
kata “statistik” berasal dari kata status (bahasa latin) yang
mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa Inggris) atau kata staat
(bahasa Belanda), dan yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi negara.
Pada mulanya, kata “statistik” diartika sebagai “kumpulan bahan keterangan
(data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud
angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar
bagi suatu negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata
statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka
(data kuantitatif)” saja; bahan keterangan yang tidak berwujud angka (data
kualitatif) tidak lagi disebut statistik.
Dalam kamus bahasa Inggris akan kita jumpai kata
statistics dan kata statistic. Kedua kata itu mempunyai arti
yang berbeda. Kata statistics artinya “ilmu statistik”, sedang kata statistic
diartika sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel,” yaitu sebagai
lawan dari kata “parameter” yang berarti “ukuran yang diperoleh atau berasal
dari populasi”.[2]
I.2. Rumusan Masalah
Apakah
ada pengaruh integrasi statistika dengan
alquran
1.3 Tujuan
Untuk
mengetahui adanya pengaruh integrasi statistika dengan alquran
I.4. Manfaat
sebagai
alat bantu ilmu lain,bahwa statistik dapat menjadi alatbantu untuk memahami
petunjuk al-qur’an.
I.5. Hipotesis
adanya
pengaruh integrasi statistika dengan alqur’an
BAB
II
PEMBAHASAN
II.1 Integrasi
Kata “integrasi” berasal dari bahasa latin integer, yang
berarti utuh atau menyeluruh. Berdasarkan arti etimologisnya itu, integrasi
dapat diartikan sebagai pembauran hingga menjadi kesatuan yang utuh atau bulat.
Yang dimaksud dengan integrasi bangsa adalah proses penyatuan berbagai kelompok
sosial dan budaya ke dalam kesatuan wilayah dalam rangka pembentukan suatu
identitas nasional. Arti lainnya dari integer adalah tidak bercampur murni.
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration"
yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. integrasisosial
dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda
dalamkehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat
yang memilki keserasianfungsi.Definisi lain mengenai integrasi adalah
suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasidan bersikap
komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih
tetapmempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.
a. Pengendalian terhadap konflik dan
penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
b. Membuat suatu keseluruhan dan
menyatukan unsur-unsur tertentu. Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah
jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satusama lain itu
adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.Suatu integrasi sosial di
perlukan agar masyarakat tidak bubar meskipun menghadapi berbagai tantangan,
baik merupa tantangan fisik maupun konflik yang terjadi secara sosial budaya.
II.2 Statistika
staitika adalah bagian dari sains dan termasuk
cabang matematika[3].
Sedangkan ilmu statistika adalah ilmu pengatahuan yang membahas dan
mengembangkan prinsip- prinsip, metode dan prosedur yang ditempuh(1)pengumpulan
data angka (2)pengaturan data angka(3)penyajian atau pennggambaran data angka
(4)penganalisaan terhadap data angka (5)penarikan kesimpulan, pembuatan
pemikiran, dan penyusunan ramalaan secara ilmiah atas atas dasar kumpulan data
angka tersebut.[4]
II.3. Alqur’an
alquran diturunkan ketika kehidupan masyarakat arab
sebagaiman juga bangsa lain msih berbudaya berpola hidup , alquran dipahami
sesuai dengan ttingkat penalaran mereka. Kata qurʼān disebutkan 70 kali dalam
Al-Qur'an itu sendiri memiliki arti yang cukup beragam. Arti yang beragam
tersebut adalah sebuah kata benda (maṣdar)
dari kata kerja bahasa Arab qaraʼa
(قرأ), berarti "dia
membaca" atau "dia menceritakan". Padanan kata yang tepat dalam
bahasa Suriah adalah kata qeryānā, yang
merujuk kepada ‘’membaca kitab suci" atau "membaca".
Al-Qur'an
menjelaskan bahwa kitab ini adalah sebuah "pembeda" (al-furqān),
"buku ibu" (umm al-kitāb), "petunjuk" (huda),
"kebijaksanaan" (hikmah), "pengingat" (Dzikr) dan
"wahyu" (tanzīl; sesuatu yang diturunkan, menandakan sebuah
objek yang diturunkan dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih
rendah). Istilah lainnya yakni al-kitāb
(Buku), yang juga digunakan dalam bahasa Arab untuk skriptur lain, seperti Taurat dan Injil, Kata sifat "Quran" memiliki
transliterasi yang beragam, termasuk "quranic", "koranic",
dan "qur'anic", atau dikapitasisasikan menjadi "Qur'anic",
"Koranic", dan "Quranic". Istilah lain dari Al-Qur'an
adalah mushaf ('karya tulisan'). Transliterasi "Quran" lainnya
termasuk "al-Coran", "Coran", "Kuran", dan
"al-Qurʼan".
Logika atau benang merah yang menghubungkan al-quran
dengan statistika, bahwa terdapat fakta qur’any yang member petunjuk adanya
pengulanngan kata atau ayat dalam al-qur’an dimanaal-qur’an sendiri menyipati
dirinya sebagai kitaban matsani (kitab yang diulang. Misalkan kata yang
menunjukan perintah shalat dapat qita temukan dalam beberapa surrah. Secara
spesifik dann normatif pelaksanan ibadah shalayt dalam islam sangat terkait
dengan usaha dan proses pembenttukan kepribadan muslim secara kaffah yang
selaiin membentuk sifat – sifat terpuji juga membangun benteng pengedalian diri
dari perbuatan keji ddan munkar. Ditegaskan dalam surah al- an’kabut ayat 45
اتْلُ
مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى
عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ
مَا تَصْنَعُونَ
. artinya:
Bacalah kitab (Al Qur’an) yang telah
diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat
itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat
Allah (shalat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah
mengetahui apa yang kamu kerjakan.[5]
Perintah
didirian shalat dan larang dari perbuataan keji dn munkar sebagai 2 variabel
untuk diketahui adda atau tidaknya kolerasi atara duanya dapat dicari dan
ditemukan rumus –rumus statistika.
Sebagai
bukti keotentikan al-quran dari susunan
redaksinya, terdapat keseimbangan redaksional dari kosa kata yang menjadi
obejek pengulangan dalaam al—qur’an dan bahwa terdapat rahasia dibalik jumlah pengulangan kosa kata tersebut.[6]hal
ini menjadi semacam landasan teoritik penerapan metode statistik dalam
penafsiran (sekurang- kurangnya untuk membantu memahami)al-qur’an.sebab
hubungan koleratif atau lebihh dalam batas tertentu akan mengggambarkan nilai
keseimbanggan, meski mungkin secara mmatemmatis dan numeric hasilnya tidak
menunjukkann angka yang sama.
Dengan
menambahkan psal ini penulis tidak bermaksud untuk mengawinkan atau
mensejajarkan al—qur’an yang
kebenarannya bersifaat mutlak(karena merupakan wahyu allaah ) dengan
statistika semua yang besifat nisbi, baik sebagai ilmu maupun sebagai alat
pemecahan data kuantitatif. Tetapi, dengan pasal ini, penulis ingin berbagi
pengalaman dengan memberikan informasi tentang
hasil kajian penulis tentang
statisika dapat dijadikann alat bantu untuk memahami al-qur’an terutama dari
aspek teori tanasub an-ayat (korelasi antar ayat). Dengan hasil kajian ini
diharapkan kita akan dapat lebih memantapkan keyakinan akaan kebenaran dan
kemukjizataan al-qur’an darii berbagai aspeknya.
Variable
bebas (independen) yang dijadikan sampel adalah kata yang menunjukkan kaata
salaat. Sedangkan untuk variable terikat (dependen ) ditentukan varibel
al-fahksya dan al-munkar berikut sejumlah indicator-indikatornya. Hal ini
ditetapkan selain karena kedua istilah al-fahksyah dan al-munkar merupakan
konsep yang menandung indicator bannyak ( tidak seperti kata salat yang ini
bermakna tunggal ) untuk berbagai macam kejahatan dan kemungkaran, juga keduaa
istilah tersebut tidak banyak terulang dalam al-qur’an sebanyak pengulangan
kata dan perintah salat. Pertimbangan ini semakin penting terutama setelah
didasarkan kepada suatu teori bahwa untuk menghasilakan korelasi yang
signifikan antara kedua variaberl, maka jumlah kemunculan varibel terikat harus
lebih besar / banyak dari variable indevenden.
a.
Memahami
hakekat salat melalui pendekatan statistik
Terjadi perbedaan pendapat
dikalangan ahli tafsir tentang arti shalat dalam susunan inna al-salata tanha
an al-fakhsya wa al-munkar. Sebagian
imam mengartikan al-salat dengan aal-qur’an yang dibaca paada waktu salat.
Sementara yang lainnya merujuk kepada artinya secara reklesif, yaitu doa tetapi
ketika salat dikembalikan kea tri lahirnya maka yang dimaksud adalah ibadah
yang telah diketahui secara umum.[7]
Mengetahui tanha an al-fakhsya wa
al-munkar ibnu abbas menyatakan bahwa frase itu berarti bahwa salat akan
mencegah pelakunya dari perbuatan keji selama ia berada padaa tatanan dan nilai
– nilai salat[8]
artinya apaabilaa salat di laksanakan mmenurut ketentuannya maka sallat akan
berfungsi demikian. Dan dalam shalat harus terkanndung tiga aspek:(1)ikhlas
(2)takut siksa allah (3) dzikir.[9]
Ikhlas akan mendorong seorang berbuat kebajikan. Rasa takut akan melahirkan
sikap pengendalian diri dari berbuatan melarang aturan dan ingat kepada allah
akan melahirkan sikap kedua- duanya.[10]
Sayyid qutb, ketika menafsirkkan
ayat ini menjelaskan bahwa salat merupakan media rohania yang menghubungkan
langsung seorang hamba dengan penciptaannya. Maka dalam rangka menghadap allah
melalui salat ia akan merasa malu jika dalam dirinya masih banyak kotoran
- kotoran rohani. Karenanya, ketika
seseorang berada pada kondisi “menegakan” salat ia akan terhindar dari
perbuatan keji dan munkar.[11]
Dari banyaknya frekwensi pengulangan kata al-salat dengan
berbagai bentuk derivansinya dalam al-qur’an, salat hamper seluruhnya, untuk
tidak mengatakan semuanya, bermakna”instrumental”, dan dari makna itu sebagian
besar dikaitkan dengan melakukan perbuatan keji dan munkar. Ini menunjukan
bahwa salat lebih bermakna proses penyucian jiwa dari sifat – sifat tercela.
Pengaitan
variable X (Al-salat) dengan variable Y (al-fahksyah wa al-munkar) dapat
dilihat pada tebel bberikut:
Table
I
Distribusi
frekwensi variable X dan variable Y
|
NO
|
NAMA SURAT
|
FREKWENSI X
|
FREKWENSI Y
|
|
1
|
AL-BAQARAH
|
10
|
51
|
|
2
|
AL-INSA
|
11
|
31
|
|
3
|
AL-MAIDAH
|
6
|
27
|
|
4
|
AL-AN'AM
|
3
|
15
|
|
5
|
AL-A'RAF
|
1
|
17
|
|
6
|
AL-ANFAL
|
2
|
5
|
|
7
|
HUD
|
2
|
4
|
|
8
|
AL-HAJJ
|
4
|
3
|
|
9
|
AL-NUR
|
4
|
13
|
|
10
|
AL-NAML
|
3
|
2
|
|
11
|
AL-ANKABUT
|
2
|
6
|
|
12
|
LUQMAN
|
2
|
5
|
|
13
|
AL-AHZAB
|
1
|
5
|
|
14
|
AL-MUJADILAT
|
1
|
7
|
|
15
|
AL-MA'UN
|
2
|
5
|
RUMUS
UJI REGRESI
Untuk mengetahui keterkaitan korelatif
antara banyaknya frekwensi pengulangan kata al-salat dengan banyaknya frekwensi
larangan allah sebagai indicator dari variable al-fahksyah wa al-munkar, dapat
diperhatikan table berikut :
Tabel
II
Penolong
untuk mencari r antara kedua variable
|
NO
|
SURAH
|
X
|
Y
|
X^2
|
Y^2
|
XY
|
|
1
|
AL-BAQARAH
|
10
|
51
|
100
|
2601
|
510
|
|
2
|
AL-INSA
|
11
|
31
|
121
|
961
|
341
|
|
3
|
AL-MAIDAH
|
6
|
27
|
36
|
729
|
162
|
|
4
|
AL-AN'AM
|
3
|
15
|
9
|
225
|
45
|
|
5
|
AL-A'RAF
|
1
|
17
|
1
|
289
|
17
|
|
6
|
AL-AFAL
|
2
|
5
|
4
|
25
|
10
|
|
7
|
HUD
|
2
|
4
|
4
|
16
|
8
|
|
8
|
AL-HAJJ
|
4
|
3
|
16
|
9
|
12
|
|
9
|
AL-NUR
|
4
|
13
|
16
|
169
|
52
|
|
10
|
AL-NAML
|
3
|
2
|
9
|
4
|
6
|
|
11
|
AL-ANKABUT
|
2
|
6
|
4
|
36
|
12
|
|
12
|
LUQMAN
|
2
|
5
|
4
|
25
|
10
|
|
13
|
AL-AHZAAB
|
1
|
5
|
1
|
25
|
5
|
|
14
|
AL-MUJADILAT
|
1
|
7
|
1
|
49
|
7
|
|
15
|
AL-MA'UN
|
2
|
5
|
4
|
25
|
10
|
|
|
Jumlah
|
54
|
196
|
330
|
5188
|
1207
|
|
|
R HITUNG
|
|
|
|
|
0.840098
|
|
|
R TABEL
|
|
|
|
|
|
|
|
r^2
|
|
|
|
|
0.705765
|
Dengan
demikian maka korelasi r antara variable
x dengan variable y ditunjukan dengann rumus UJI REGRESI yang dimana didapat
R
hitung = 0.840098
R^2
= 0.705765
Jadi, ada kolerasi
positif sebesar 0.840098 antara banyaknya frekwensi pengulangan kata / perintah
salat dengan banyaknya frekwensi
berbagai larangan allah dalam al-qur’an (sampel). Sekarang, apakah
koefisien korelasi sebesar 0.840098 tersebut signifikan atau tidak sehingga
dapat dilakukan generalisasi terhadap seluruh surah (populasi) ? maka perlu
diperbandingkan dengan r table dengan taraf keselahan tertentu. Apabila taraf keselahan ditetapkan 5% dan N
-=15, maka harga r table =0.514. jika taraf kesalahan ditetapakan 1% dengan
yang sama maka harga r table sebesar 0.641. ternyata, baik pada taraf kesalahan
5% atau 1% , harta r hitung lebih besar dari r table.[12] Kesimpulannya ada korelasi positip,
signifikan serta amat meyakinkan antara banyaknya frekwennsi pengulangan kata/
perintah salat dalam al-qur’an dengan banyakya frekwensii larangan – larangan
allah.
b. Simpul
hasil kajian
Koefiesien korelasi r
hitung sebesar 0.840098 merupakan angka korelasi menakjubkan yang dihasilkan
dari sebuah penelitian kuantitatip. Jarang sekali – kalu tidak dikatakan tidak
ada sma sekali- suatu penelitiann menghasilkan angka korelasi pada interval
angka 0.70- 1,00 yang menunjukan korelasi sempurna.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Hasil
ekspolorasi dengan menggunakan pendekatan statistik untuk memahami makna salat
memberikann gambaran bahwa salat ideal yang berfungsi tanha’ an al-fakhsyah wa
al-munkar bukan salat ritual belaka melainkan salat “ instrumental” yang
mempunyai kaitan korelatif dengan berbagai aspek kehidupan di luar pelaksanaan
ritualitas salat.sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh integrasi
statistika dengan al-qur’an.
B. Saran
Shalatlah
sebelum kamu disalatkan karena salat
bukan ritual belaka melainkan salat “ instrumental “ yang mempunyai
kaitan korelatf dengan berbagai
kehidupan manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
Alfira Mulya Astuti M.
Si, STATISTIKA PENELITIAN (Mataram:2016)
hal 180
Jalal, Al- Din Al-Suyuthy (Beirut: 1983)hal
464-465
Abu Hayan, Al-Andalusiy, (Beirut: 1993) hal 149
AL-QUR’AN DAN
TERJEMAHANNYA SURAH AL-ANKABUT AYAT 45
Drs.
Nanang Gojali M. Ag, MANUSIA PENDIDIKAN
DAN SAINS (Jakarta : 2004)hal 117
[4] Drs.
Nanang gojali M.Ag, manusia pendidikan dan sains (Jakarta: 2004)hal114-115
[5] Al-qur’an dan terjemahannya surah
al-ankabut ayat 45
[6]
Drs. Nanang gojali m. ag, manusia pendidikan dan sains (Jakarta : 2004)hal 117
[7]
Abu hayan al-andalusiy, (Beirut: 1993) hal 149
[8]
ibid
[9]
Jalal al- din al-suyuthy (Beirut: 1983)hal 464-465
[10]
ibid
[11]
ibid
[12]
Alfira mulya astuti M. Si, statistika penelitian (mataram:2016) hal 180






0 komentar:
Posting Komentar