Minggu, 29 Oktober 2017

KANDUNGAN (BAYI) SERTA PERTUMBUHAN DAN REFLEKSI SEBELUM LAHIR/ DALAM ANAK



KANDUNGAN (BAYI) SERTA PERTUMBUHAN DAN REFLEKS SEBELUM LAHIR / DALAM ANAK
Perkembangan Masa Bayi
 Tahap-tahap kelahiran Tahap pertama terjadi kontraksi peranakan yang berlangsung 15-20menit. Kontraksi ini menyebabkan leher rahim terentang dan terbuka ketika tahap pertama berlangsung kontraksi semakin sering yang terjadi setiap 2-5 menit. Intensitasnya juga meningkat. Pada akhir tahap kelahiran, kontraksi memperlebar leher rahim hingga terbuka sekitar 4 inci sehingga bayi dapat bergerak dari peranakan ke saluran kelahiran.Tahap kedua di mulai ketika kepala bayi bergerak melalui leher rahim dan saluran kelahiran. Tahap ini berakhir ketika bayi benar-benra keluar dari tubuh ibu. Tahap ini berlangsung kira-kira 1 ½ jam. Pada setiap kontraksi ibu mengalami kesakitan untuk mendorong bayi keluar dari tubuhnya. Waktu kepala bayi keluar dari tubuh ibu, kontraksi terjadi hampir setiap menit.  Tahap ketiga setelah bayi lahir. Pada waktu ini ari-ari, tali pusar, dan selaput lain dilepaskan dan di buang. Tahap akhir inilah yang paling pendek. b. Pengaruh Kelahiran terhadap Perkembangan Pasca Lahir Kondisi-kondisi kelahiran yang mempengaruhi perkembangan pasca lahir: 1. Jenis kelahiran Secara umum kelahiran dapat dibedakan atas empat jenis, kelahiran normal atau spontan, kelahiran dengan peralatan, kelahiran melintang, kelahiran pembedahan ceasar. 2. Pengobatan ibu Obat-obtanan yang digunakan ibu yang digunakan sebelum dan selama proses kelahiran dapat mempengaruhi kelahiran. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak obat yang diberikan pada ibu saat melahirkan, semakin lama dan sulit bayi menyesuaikan diri dengan kehidupan pasca lahir. Bayi yang lahir dari ibu yang memakan oxytocin cendurung mengalami penyakit kuning. Demikian juga kelahiran yang dipaksakan dengan dibantu oleh obat-obatan pembunuh rasa sakit, akan semakin banyak perawatan kesehatan diperlukan setelah kelahiran.3. Lingkungan pra lahir Setiap kondisi dalam lingkungan pra lahir yang menghalangi perkembangan janin sesuai dengan table waktu yang normal akan lebih banyak mengakibatkan kesulitan pada saat lahir dan penyesuaian pasca lahir di bandingkan dengan kondisi lingkungan yang nyaman.4. Jangka waktu periode kelahiran Lama rata-rata periode kelahiran 38 minggu atau 266 hari namun hanya sedikit bayi yang lahir tepat pada waktunya. Adakalanya bayi lahir lebih awal dan adakalanya lebih lambat dari waktu rata-rata tersebut. Bayi yang lahir lebih awal disebut premature sedangkan bayi yang lebih lambat disebut posmatur. Bayi yang lahir premature,(lahir sebelum waktunya) maupun yang berat lahirnya rendah dianggap sebagai bayi yang beresiko tinggi dan cenderung memperlihatkan gejala perkembangan yang berbeda dengan bayi yang lahir tepat waktu atau lebih lambat. bayi posmatur biasanya lebih cepat dan berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan pasca lahir dibandingkan dengan bayi yang normal sekalipun.5. Perawatan pasca lahir Perhatian dan perawatan yang dilakukan ibu terhadap bayi yang baru dilahirkan mempunyai pengaruh positif terhadap perkembangannya. Bayi yang mendapat perhatian dan perawatan dengan baik cenderung lebih waspada, lebih aktif, dan lebih tanggap terhadap rangsangan luar dibandingkan dengan bayi yang kurang mendapat perawatan. Beberapa dokter rumah sakit meyakini bahwa periode singkat setelah kelahiran memiliki arti penting bagi perkembangan bayi oleh karena itu selama waktu ini, orang tua dan bayi perlu membentuk hubungan kedekatan emosional yang memberi landasan bagi perkembangan yang optimal pada tahun-tahun ke depan. Bayi yang dipisahkan dari ibunya setelah lahir, dapat menyulitkan perkembangan ikatan. Menempatkan bayi yang baru lahir di sebelah tempat tidur ibunya dimaksudkan agar ibu segera dapat merespon dan memenuhi kebutuhan perawatan bagi ibunya. Disamping itu metode lain yang dilakukan adalah dengan meletakkan bayi yang baru lahir di atas perut ibu segera setelah lahir, dengan keyakinan bahwa penempatan itu akan mendorong ikatan emosional ibu dan bayi. 6. Sikap orang tua Hubungan baik orang tua dengan anak dapat membantu bayi dalam menyesuaikan diri dengan lingkuungan baru yang di alami setelah lahir. Demikian pentingnya kondisi atau sikap ibu terhadap penyesuaian diri bayi yang baru lahir, seorang ayah sangat dituntut dalam persalinan anak sebab kehadiran ayah dalam ruang persalinan, dapat memberikan dukungan dan kekuatan emosional bagi ibu pada saat melahirkan bayi. Disamping itu, dilihatkan dalam konteks psikologi Islam, pentingnya kehadiran ayah dalam ruang persalinan mempunyai kaitan erat dengan tanggung jawab pemberian pendidikan pertama, yakni menyuarakan lafadz adzan di telinga kanan dan khomat di telinga kiri pada saat ia lahir.c. Perkembangan pada masa bayi i. Pertumbuhan Fisik 1. Tinggi dan berat badan Pada saat baru lahir bayi memiliki kepala yang sangat besar dibandingkan bagian tubuh lainnya. Pada saat rentang waktu 12 tahun perkembangan bayi sudah banyak berubah dimana bayi sudah bisa duduk, berdiri, membungkuk, memanjat dan bahkan berjalan. Pada saat lahir panjang bayi ± 20 inci atau 50 cm dengan berat badan 3,4 kg. Selama bulan-bulan pertama kehidupannya, berat badan bayi bertambah sekitar 5 hingga 6 ons per minggu. Pada usia 2 tahun berat badan mencapai sekitar 13 hingga 19 dengan tinggi sekitar 32 hingga 35 inci. 2. Perkembangan refleks Refleks adalah gerakan-gerakan bayi yang bersifat otomatis dan tidak terkoordinir sebagai reaksi terhadap rangsangan tertentu serta memberi bayi respons penyesuaian diri terhadap lingkungan. Refleks-refleks utama pada bayi yang baru lahir, Selfert dan Hoffinung menyebutkan ada 12 gerakan refleks yaitu: pernapasan, menghisap, mencari, menelan, mengedip, biji mata, moro, memegang, penguatan leher, bebinski, melangkah, berenang. Kedua bentuk refleks tersebut : a. Refleks survival b. Refleks primitif c. Refleks menghisap dan mencari Refleks menghisap terlihat pada saat bayi baru lahir secara otomatis akan menghisap benda yang ditempatkan dimulutnya dengan refleks menghisap akan memudahkan bayi memperoleh makanan sebelum mereka mengasosiasikan puting susu dengan makanan. Refleks mencari dan menghisap akan menghilang setelah bayi berusaha kira-kira 3 hingga 4 bulan. Kemudian usia bayi 1 tahun refleks menghisap menyatu dan diperluas dengan aktivitas makan yang disengaja4. Refleks moro (moro refleks) Refleks moro adalah suatu respons tiba-tiba dari bayi yang baru lahir sebagai akibat adanya suara atau gerakan yang mengejutkannya. Refleks moro ini merupakan suatu upaya mempertahankan hidup. Bayi yang sehat aka menunjukkan respons tersebut apabila ia terkejut.5. Refleks menggenggam (grasping refleks) Refleks menggenggam merupakan langkah awal bagi bayi untuk lebih memudahkan melakukan aktivitas menggenggam selanjutnya yang lebih sengaja. Refleks ini terjadi ketika sesuatu menyentuh telapak tangan bayi dan bayi akan merespons dengan cara menggenggam dengan kuat. Beberapa refleks yang muncul pada bayi yang baru lahir yang menghilang karena bergabung ke dalam beberapa tindakan yang lebih konfleks dan spontan.6. Rangkaian tingkah laku dan keadaan bayi Perkembangan refleks dalam fungsi metorik pada bayi kemuidan memunculkan serangkaian tingkah laku yang lebih kompleks. Dengan tingkah laku yang kompleks tersebut telah memungkinkan bayi sebagai makhluk biologis dapat bertahan hidup.7. Pola tidur dan bangun, Bayi yang baru lahir menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur. Rata-rata bayi yang baru lahir selama 16 hingga 17 jam sehari. Biasanya jumlah tidur bayi itu berkurang secara teratur setiap bulan. Tingkah Laku Ciri Utama adalah sebagai berikut : Siklus tidur dan bangun Neonatal : 80 % waktu dihabiskan untuk tidur. 6 – 7 bulan : tidur sepanjang malan tanpa bangun. 12 bulan : 50 % dihabiskan waktu untuk tidur. Tingkah laku Neonatal : basah dan BAB setiap saat. 2 bulan : bayi BAB 2 kali sehari 4 bulan : interval makan dan BAB bisa diramalkan. Tingkah laku makan dan minum Neonatal : bayi makan 7 – 8 kali sehari. 1 bulan : bayi makan 5 – 6 kali sehari. 2 bulan : memakan makanan padat. 12 bulan : makan 3 kali sehari.8. Pola makan dan minum Perkembangan fisik pada bayi tergantung makanan yang baik selama 2 tahun pertama. Bayi membutuhkan makanan yang mengandung sejumlah protein, kalori, vitamin dan mineral. Bagi bayi usia 4 – 6 bulan pertama, ASI atau susu formula lain merupakan sumber makanan dan energi yang utama. Memberi ASI berarti susu yang bersih dan dapat dicerna serta menolong mengimunisasi bayi yang baru lahir dari penyakit. Pola buang air Kemampuan untuk mengendalikan buah air ini sangat tergantung pada kematangan otot dan motivasi yang mereka miliki. Perkembangan Gerak Refleks Perilaku gerak pada anak sudah muncul saat masih dalam kandungan ibu dan bulan pertama setelah lahir. Sebagian besar gerak yang dilakukan anak masih bersifat refleks artinya setiap gerakan dilakukan tidak secara sukarela, namun sebagai respon terhadap rangsangan tertentu. Contoh, apabila diberikan rangsangan berupa sentuhan pada telapak tangan bayi, maka telapak tangan tersebut akan menutup. Hal ini akan terus menerus dilakukan oleh bayi apabila mendapat rangsangan yang sama. Jadi gerak refleks dilakukan secara tidak sukarela oleh bayi, namun sebagai upaya tidak sadar yang dilakukan oleh bayi. Tahapan Gerak Refleks Pada anak usia balita, gerak refleks pada umumnya tidak berlangsung hingga melampaui ulang tahun pertama. Namun demikian, sebagian gerak refleks akan bertahan dalam waktu yang lebih lama bahkan selama hidupnya pada orang normal dan sehat. Gerak refleks bukan hanya merupakan salah satu aspek perkembangan manusia yang menarik, melainkan juga menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Manusia lahir hanya dengan sedikit kemampuan yang dapat dilakukan secara sadar dan dengan mobilitas yang sangat terbatas. Manusia pada saat baru lahir (neonatal) sangatlah tidak berdaya dan sangat menggantungkan diri pada orang lain dan pada refleks untuk perlindungan dan kelangsungan hidupnya. Gerak refleks pada bayi digunakan sebagai perlindungan kadar makanan (nutrisi). Refleks seperti ini seing disebut dengan refleks primitif artinya gerak refleks yang muncul pada saat perkembangan dalam kandungan atau setelah lahir dan biasanya hilang setelah umur bayi 6 bulan. Gerak refleks menghisap/menyusu merupakan salah satu refleks primitive yang paling dikenal, refleks Yudanto/FIK UNY ini ditandai dengan gerakan menghisap jika bibir dirangsang. Seorang bayi yang baru lahir, tanpa kemampuan yang dapat dilakukan secara sadar untuk mencerna makanan. Oleh karena itu, gerak refleks menyusu ini membuat bayi dapat memperoleh makanan yang penting bagi kelangsungan hidupnya dengan gerakan yang dilakukan secara tidak sadar. Gerak refleks lainnya, yang penting untuk mempertahankan kecukupan zat makanan adalah refleks menarik atau menekan. Keduanya berfungsi untuk menghisap makanan. Gerak refleks ini akan muncul apabila daerah pipi dekat mulut dirangsang. Kepala bayi akan berputar kearah pemberi rangsangan. Gerak refleks ini membuat bayi yang belum mampu bergerak dapat mencari makanan yang disediakan oleh ibunya saat dirangsang dengan puting susu ibunya. Gerak refleks yang agak sukar (labyrinthine reflex) merupakan refleks perlindungan yang sedikit berbeda dengan refleks sebelumnya. Jika seorang bayi ditempatkan dalam posisi telungkup sehingga membuat pernafasannya agak terhambat. Bayi akan berusaha untuk membalikkan badanya agar dapat bernafas, refleks ini dapat merangsang bayi untuk dapat memutar atau memiringkan kepalanya ke posisi yang sesuai dengan posisi tubuhnya. Selain gerak refleks yang dilakukan tanpa kesadaran, ada juga gerak refleks yang dilakukan dengan sadar (postular reflex). Gerak refleks ini dianggap sebagai dasar dari gerakan-gerakan pada masa datang, karena rangsangan timbul dari pusat otak. Gerak refleks postular ini diintegrasikan, dimodifikasi, dan diterapkan secara langsung ke dalam pola-pola gerakan secara sadar yang lebih kompleks. Contoh, gerak refleks berjalan, seorang anak berusia 1 atau 2 bulan jika diangkat dengan kedua kaki menyentuh lantai, maka tekanan pada telapak kaki akan merangsang kaki untuk melakukan aksi berjalan. Jadi, gerak refleks memberikan suatu gerak otomatis untuk mencapai gerakan-gerakan pada masa datang. Gerak refleks ini akan digabung dengan pola-pola gerak yang dilaksanakan secara sadar dan diperlukan untuk memulai gerakan dengan mengembangkan otot. Bentuk-bentuk perilaku gerak yang dilakukan secara tidak Yudanto/FIK UNY sadar pada usia dini sangatlah penting dalam menentukan tingkat kematangan syaraf pada bayi. Masing-masing gerak refleks pada bayi itu akan muncul dan menghilang sebagai variasi untuk masing-masing bayi. Namun, penyimpangan yang terlalu jauh dari kerangka waktu normal sebagai bukti adanya ketidakberfungsian syaraf-syaraf bayi tersebut. Salah satu refleks yang paling sering dipergunakan untuk menguji ketidakberfungsian syaraf adalah refleks moro, yang dapat menunjukkan kerusakan otak pada saat lahir jika refleks itu kurang simetris. Metode pengujian gerak refleks yang terstandarisasi ini dapat memberikan peluang untuk memeriksa secara visual pola gerak anak dan kelayakan pola gerak tersebut untuk usia anak yang bersangkutan. Beberapa tahapan perkembangan gerak refleks yang dialami anak saat usia balita secara kronologis diuraikan pada kegiatan belajar 1, sebagai berikut: 1. Tahap Gerak Refleks Telapak Tangan (palmar grasp reflex) Tahapan gerak refleks telapak tangan merupakan salah satu dari seluruh refleks bayi yang paling dikenal dan merupakan salah satu yang paling awal muncul pada usia balita. Gerak refleks ini merupakan respons yang ditampilkan terhadap rangsangan yang halus pada telapak tangannya. Apabila telapak tangan dirangsang dengan apa saja, maka keempat jari tangan secara spontan akan menutup, meskipun ibu jari tidak memberikan respons terhadap rangsangan ini. Namun gerak refleks tangan ini menjadi ciri khas dari perkembangan motorik yang diperlihatkan anak balita. Jadi pada tahapan ini anak balita sudah memiliki kemampuan menggunakan telapak tangannya sebagai alat komunikasi dengan ibunya, seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Yudanto/FIK UNY Gambar 1. Gerak Refleks Telapak Tangan (palmar grasp reflex) 2. Tahap Gerak Refleks Menghisap (sucking reflex) Tahapan gerak refleks menghisap dilakukan oleh bibir yang mendapat rangsangan, misalnya sentuhan susu ibu. Rangsangan ini sebenarnya menimbulkan dua respons yang berkaitan dengan menghisap. (1) terbentuk tekanan negatif di dalam oral sehingga timbul aksi menghisap, dan (2) lidah akan menimbulkan tekanan positif, lidah akan menekan ke arah atas dan sedikit ke arah depan dengan setiap aksi menghisap. Setelah diberi rangsangan yang sesuai akan terjadi serangkaian gerakan menghisap, masingmasing gerakan ini terdiri dari penerapan tekanan positif dan negatif secara serentak. Jadi, padatahapan ini anak sudah memiliki kemampuan menghisap seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 2. Gerak Refleks Menghisap (sucking reflex) Yudanto/FIK UNY 3. Tahap Gerak Refleks Pencarian (search reflex) Tahapan gerak refleks pada pencarian ini membantu bayi mendapatkan sumber makanan dan kemudian refleks menghisap membuat bayi dapat mencerna makanan. Refleks ini pada umumnya dapat ditimbulkan dengan sentuhan lembut pada daerah sekitar mulut. Jadi, pada tahapan ini anak sudah memiliki kemampuan melakukan pencarian sesuatu dengan geraknya seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 3. Gerak Refleks Pencarian (search reflex) 4. Tahap Gerak Refleks Moro (moro reflex) Tahapan gerak refleks moro paling bermanfaat untuk mendiagnosis kematangan neurologis bayi. Gerak refleks ini sering kali muncul pada saat lahir dan berakhir pada saat bayi berumur 4 s/d 6 bulan. Salah satu rangsangan untuk membangkitkan refleks moro adalah dengan jalan menelentangkan bayi di atas kasur. Rangangan ini akan membuat lengan, jari-jari, dan kaki meregang. Jadi pada tahapan ini anak sudah memiliki kemampuan melakukan gerak refleks moro seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Yudanto/FIK UNY Gambar 4. Gerak Refleks Moro (moro reflex) 5. Tahap Gerak Refleks tidak Simetrik Leher (asymmetrical tonic neck reflex) Tahapan gerak refleks tidak simetrik leher pada umumnya dapat dilihat pada bayi yang lahir prematur. Refleks ini dapat muncul jika bayi dalam keadaan telungkup. Jika kepala bayi diputar ke salah satu sisi atau yang lainnya, maka anggota tubuh yang searah dengan perputaran tersebut akan membuka, sedangkan anggota tubuh pada arah berlawanan akan menutup. Gerak refleks ini biasanya paling bertahan hingga bayi berusia 2 s/d 3 bulan, selanjutnya akan menghilang. Jadi, pada tahapan ini anak sudah memilki kemampuan gerak refkleks tidak dimentrik seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 5. Gerak Refleks tidak Simetrik Leher (asymmetrical tonic neck reflex) Yudanto/FIK UNY 6. Tahapan Gerak Refleks Simetrik Leher (symmetrical tonic neck reflex) Tahapan gerak refleks simetrik pada leher memberikan respons yang sama dengan anggota tubuhnya. Respons simetris ini dapat timbul dengan jalan menempatkan bayi dalam posisi duduk yang ditumpu (dipegang orang dewasa). Jika bayi dimiringkan cukup jauh ke belakang, maka leher akan memanjang, yang sesuai dengan refleks membuka tangan dan menutup kaki. Namun, apabila dimiringkan ke depan maka terjadi refleks yang sebaliknya. Apabila refleks ini bertahan lama akan menimbulkan hambatan pada kemampuan bayi dalam mengangkat kepala dengan sadar saat berada dalam posisi telungkup. Jadi, pada tahapan ini anak sudah memiliki kemampuan refleks simetrik pada bagian leher seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 6. Gerak Refleks Simetrik Leher (symmetrical tonic neck reflex) 7. Tahap Gerak Refleks Telapak Kaki (plantar grasp reflex) Tahapan gerak refleks ini normalnya dapat dilihat pada anak mulai dari sejak lahir hingga sepanjang tahun pertama usia bayi tersebut. Refleks ini dapat ditimbulkan dengan jalan menerapkan sedikit tekanan, biasanya dengan ujung jari, pada tumit kaki, yang membuat seluruh jari kaki menutup. Gerakan menutup ini sebagai upayanya untuk menangkap rangsangan. Refleks ini harus lebih dahulu dilampaui sebelum anak dapat berdiri dengan tegak, berdiri sendiri, dan berjalan. Jadi, pada tahapan ini anak sudah Yudanto/FIK UNY dapat melakukan gerak refleks tepalak kaki seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 7. Gerak Refleks Telapak Kaki (plantar grasp reflex) 8. Tahap Gerak Refleks kedua Telapak Tangan (palmar mandibular reflex) Tahapan gerak refleks ini dapat muncul dengan jalan menerapkan tekanan secara serentak terhadap telapak dari masing-masing tangan, sehingga aPerkembangan Gerak Refleks Perilaku gerak pada anak sudah muncul saat masih dalam kandungan ibu dan bulan pertama setelah lahir. Sebagian besar gerak yang dilakukan anak masih bersifat refleks artinya setiap gerakan dilakukan tidak secara sukarela, namun sebagai respon terhadap rangsangan tertentu. Contoh, apabila diberikan rangsangan berupa sentuhan pada telapak tangan bayi, maka telapak tangan tersebut akan menutup. Hal ini akan terus menerus dilakukan oleh bayi apabila mendapat rangsangan yang sama. Jadi gerak refleks dilakukan secara tidak sukarela oleh bayi, namun sebagai upaya tidak sadar yang dilakukan oleh bayi. Tahapan Gerak Refleks Pada anak usia balita, gerak refleks pada umumnya tidak berlangsung hingga melampaui ulang tahun pertama. Namun demikian, sebagian gerak refleks akan bertahan dalam waktu yang lebih lama bahkan selama hidupnya pada orang normal dan sehat. Gerak refleks bukan hanya merupakan salah satu aspek perkembangan manusia yang menarik, melainkan juga menjadi salah satu hal yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Manusia lahir hanya dengan sedikit kemampuan yang dapat dilakukan secara sadar dan dengan mobilitas yang sangat terbatas. Manusia pada saat baru lahir (neonatal) sangatlah tidak berdaya dan sangat menggantungkan diri pada orang lain dan pada refleks untuk perlindungan dan kelangsungan hidupnya. Gerak refleks pada bayi digunakan sebagai perlindungan kadar makanan (nutrisi). Refleks seperti ini seing disebut dengan refleks primitif artinya gerak refleks yang muncul pada saat perkembangan dalam kandungan atau setelah lahir dan biasanya hilang setelah umur bayi 6 bulan. Gerak refleks menghisap/menyusu merupakan salah satu refleks primitive yang paling dikenal, refleks Yudanto/FIK UNY ini ditandai dengan gerakan menghisap jika bibir dirangsang. Seorang bayi yang baru lahir, tanpa kemampuan yang dapat dilakukan secara sadar untuk mencerna makanan. Oleh karena itu, gerak refleks menyusu ini membuat bayi dapat memperoleh makanan yang penting bagi kelangsungan hidupnya dengan gerakan yang dilakukan secara tidak sadar. Gerak refleks lainnya, yang penting untuk mempertahankan kecukupan zat makanan adalah refleks menarik atau menekan. Keduanya berfungsi untuk menghisap makanan. Gerak refleks ini akan muncul apabila daerah pipi dekat mulut dirangsang. Kepala bayi akan berputar kearah pemberi rangsangan. Gerak refleks ini membuat bayi yang belum mampu bergerak dapat mencari makanan yang disediakan oleh ibunya saat dirangsang dengan puting susu ibunya. Gerak refleks yang agak sukar (labyrinthine reflex) merupakan refleks perlindungan yang sedikit berbeda dengan refleks sebelumnya. Jika seorang bayi ditempatkan dalam posisi telungkup sehingga membuat pernafasannya agak terhambat. Bayi akan berusaha untuk membalikkan badanya agar dapat bernafas, refleks ini dapat merangsang bayi untuk dapat memutar atau memiringkan kepalanya ke posisi yang sesuai dengan posisi tubuhnya. Selain gerak refleks yang dilakukan tanpa kesadaran, ada juga gerak refleks yang dilakukan dengan sadar (postular reflex). Gerak refleks ini dianggap sebagai dasar dari gerakan-gerakan pada masa datang, karena rangsangan timbul dari pusat otak. Gerak refleks postular ini diintegrasikan, dimodifikasi, dan diterapkan secara langsung ke dalam pola-pola gerakan secara sadar yang lebih kompleks. Contoh, gerak refleks berjalan, seorang anak berusia 1 atau 2 bulan jika diangkat dengan kedua kaki menyentuh lantai, maka tekanan pada telapak kaki akan merangsang kaki untuk melakukan aksi berjalan. Jadi, gerak refleks memberikan suatu gerak otomatis untuk mencapai gerakan-gerakan pada masa datang. Gerak refleks ini akan digabung dengan pola-pola gerak yang dilaksanakan secara sadar dan diperlukan untuk memulai gerakan dengan mengembangkan otot. Bentuk-bentuk perilaku gerak yang dilakukan secara tidak Yudanto/FIK UNY sadar pada usia dini sangatlah penting dalam menentukan tingkat kematangan syaraf pada bayi. Masing-masing gerak refleks pada bayi itu akan muncul dan menghilang sebagai variasi untuk masing-masing bayi. Namun, penyimpangan yang terlalu jauh dari kerangka waktu normal sebagai bukti adanya ketidakberfungsian syaraf-syaraf bayi tersebut. Salah satu refleks yang paling sering dipergunakan untuk menguji ketidakberfungsian syaraf adalah refleks moro, yang dapat menunjukkan kerusakan otak pada saat lahir jika refleks itu kurang simetris. Metode pengujian gerak refleks yang terstandarisasi ini dapat memberikan peluang untuk memeriksa secara visual pola gerak anak dan kelayakan pola gerak tersebut untuk usia anak yang bersangkutan. Beberapa tahapan perkembangan gerak refleks yang dialami anak saat usia balita secara kronologis diuraikan pada kegiatan belajar 1, sebagai berikut: 1. Tahap Gerak Refleks Telapak Tangan (palmar grasp reflex) Tahapan gerak refleks telapak tangan merupakan salah satu dari seluruh refleks bayi yang paling dikenal dan merupakan salah satu yang paling awal muncul pada usia balita. Gerak refleks ini merupakan respons yang ditampilkan terhadap rangsangan yang halus pada telapak tangannya. Apabila telapak tangan dirangsang dengan apa saja, maka keempat jari tangan secara spontan akan menutup, meskipun ibu jari tidak memberikan respons terhadap rangsangan ini. Namun gerak refleks tangan ini menjadi ciri khas dari perkembangan motorik yang diperlihatkan anak balita. Jadi pada tahapan ini anak balita sudah memiliki kemampuan menggunakan telapak tangannya sebagai alat komunikasi dengan ibunya, seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Yudanto/FIK UNY Gambar 1. Gerak Refleks Telapak Tangan (palmar grasp reflex) 2. Tahap Gerak Refleks Menghisap (sucking reflex) Tahapan gerak refleks menghisap dilakukan oleh bibir yang mendapat rangsangan, misalnya sentuhan susu ibu. Rangsangan ini sebenarnya menimbulkan dua respons yang berkaitan dengan menghisap. (1) terbentuk tekanan negatif di dalam oral sehingga timbul aksi menghisap, dan (2) lidah akan menimbulkan tekanan positif, lidah akan menekan ke arah atas dan sedikit ke arah depan dengan setiap aksi menghisap. Setelah diberi rangsangan yang sesuai akan terjadi serangkaian gerakan menghisap, masingmasing gerakan ini terdiri dari penerapan tekanan positif dan negatif secara serentak. Jadi, padatahapan ini anak sudah memiliki kemampuan menghisap seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 2. Gerak Refleks Menghisap (sucking reflex) Yudanto/FIK UNY 3. Tahap Gerak Refleks Pencarian (search reflex) Tahapan gerak refleks pada pencarian ini membantu bayi mendapatkan sumber makanan dan kemudian refleks menghisap membuat bayi dapat mencerna makanan. Refleks ini pada umumnya dapat ditimbulkan dengan sentuhan lembut pada daerah sekitar mulut. Jadi, pada tahapan ini anak sudah memiliki kemampuan melakukan pencarian sesuatu dengan geraknya seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 3. Gerak Refleks Pencarian (search reflex) 4. Tahap Gerak Refleks Moro (moro reflex) Tahapan gerak refleks moro paling bermanfaat untuk mendiagnosis kematangan neurologis bayi. Gerak refleks ini sering kali muncul pada saat lahir dan berakhir pada saat bayi berumur 4 s/d 6 bulan. Salah satu rangsangan untuk membangkitkan refleks moro adalah dengan jalan menelentangkan bayi di atas kasur. Rangangan ini akan membuat lengan, jari-jari, dan kaki meregang. Jadi pada tahapan ini anak sudah memiliki kemampuan melakukan gerak refleks moro seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Yudanto/FIK UNY Gambar 4. Gerak Refleks Moro (moro reflex) 5. Tahap Gerak Refleks tidak Simetrik Leher (asymmetrical tonic neck reflex) Tahapan gerak refleks tidak simetrik leher pada umumnya dapat dilihat pada bayi yang lahir prematur. Refleks ini dapat muncul jika bayi dalam keadaan telungkup. Jika kepala bayi diputar ke salah satu sisi atau yang lainnya, maka anggota tubuh yang searah dengan perputaran tersebut akan membuka, sedangkan anggota tubuh pada arah berlawanan akan menutup. Gerak refleks ini biasanya paling bertahan hingga bayi berusia 2 s/d 3 bulan, selanjutnya akan menghilang. Jadi, pada tahapan ini anak sudah memilki kemampuan gerak refkleks tidak dimentrik seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 5. Gerak Refleks tidak Simetrik Leher (asymmetrical tonic neck reflex) Yudanto/FIK UNY 6. Tahapan Gerak Refleks Simetrik Leher (symmetrical tonic neck reflex) Tahapan gerak refleks simetrik pada leher memberikan respons yang sama dengan anggota tubuhnya. Respons simetris ini dapat timbul dengan jalan menempatkan bayi dalam posisi duduk yang ditumpu (dipegang orang dewasa). Jika bayi dimiringkan cukup jauh ke belakang, maka leher akan memanjang, yang sesuai dengan refleks membuka tangan dan menutup kaki. Namun, apabila dimiringkan ke depan maka terjadi refleks yang sebaliknya. Apabila refleks ini bertahan lama akan menimbulkan hambatan pada kemampuan bayi dalam mengangkat kepala dengan sadar saat berada dalam posisi telungkup. Jadi, pada tahapan ini anak sudah memiliki kemampuan refleks simetrik pada bagian leher seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 6. Gerak Refleks Simetrik Leher (symmetrical tonic neck reflex) 7. Tahap Gerak Refleks Telapak Kaki (plantar grasp reflex) Tahapan gerak refleks ini normalnya dapat dilihat pada anak mulai dari sejak lahir hingga sepanjang tahun pertama usia bayi tersebut. Refleks ini dapat ditimbulkan dengan jalan menerapkan sedikit tekanan, biasanya dengan ujung jari, pada tumit kaki, yang membuat seluruh jari kaki menutup. Gerakan menutup ini sebagai upayanya untuk menangkap rangsangan. Refleks ini harus lebih dahulu dilampaui sebelum anak dapat berdiri dengan tegak, berdiri sendiri, dan berjalan. Jadi, pada tahapan ini anak sudah Yudanto/FIK UNY dapat melakukan gerak refleks tepalak kaki seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 7. Gerak Refleks Telapak Kaki (plantar grasp reflex) 8. Tahap Gerak Refleks kedua Telapak Tangan (palmar mandibular reflex) Tahapan gerak refleks ini dapat muncul dengan jalan menerapkan tekanan secara serentak terhadap telapak dari masing-masing tangan,










. DAFTAR PUSTAKA
http://www.contohmakalah.co.cc/2010/05/psikologi-perkembangan-masa-pranatal.html#ixzz15iGuHG7Rhttp://www.aqilaputri.rachdian.comhttp://perkembangan_manusia.blogspot.com/http://makalah-psikologi-tentang-tahap.htmlhttp://perkembangan. com


0 komentar:

Posting Komentar

RPP tentang SITEM PETIDAKSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : MA. Ittihadil Ummah Mata Pelajaran/Tema : Matematika/Sistem Persamaan dan Pe...