KANDUNGAN (BAYI) SERTA PERTUMBUHAN DAN REFLEKS
SEBELUM LAHIR / DALAM ANAK
Perkembangan
Masa Bayi
Tahap-tahap kelahiran Tahap pertama terjadi
kontraksi peranakan yang berlangsung 15-20menit. Kontraksi ini menyebabkan
leher rahim terentang dan terbuka ketika tahap pertama berlangsung kontraksi
semakin sering yang terjadi setiap 2-5 menit. Intensitasnya juga meningkat.
Pada akhir tahap kelahiran, kontraksi memperlebar leher rahim hingga terbuka
sekitar 4 inci sehingga bayi dapat bergerak dari peranakan ke saluran
kelahiran.Tahap kedua di mulai ketika kepala bayi bergerak melalui leher rahim
dan saluran kelahiran. Tahap ini berakhir ketika bayi benar-benra keluar dari
tubuh ibu. Tahap ini berlangsung kira-kira 1 ½ jam. Pada setiap kontraksi ibu
mengalami kesakitan untuk mendorong bayi keluar dari tubuhnya. Waktu kepala
bayi keluar dari tubuh ibu, kontraksi terjadi hampir setiap menit. Tahap ketiga setelah bayi lahir. Pada waktu
ini ari-ari, tali pusar, dan selaput lain dilepaskan dan di buang. Tahap akhir
inilah yang paling pendek. b. Pengaruh Kelahiran terhadap Perkembangan Pasca
Lahir Kondisi-kondisi kelahiran yang mempengaruhi perkembangan pasca lahir: 1.
Jenis kelahiran Secara umum kelahiran dapat dibedakan atas empat jenis,
kelahiran normal atau spontan, kelahiran dengan peralatan, kelahiran melintang,
kelahiran pembedahan ceasar. 2. Pengobatan ibu Obat-obtanan yang digunakan ibu
yang digunakan sebelum dan selama proses kelahiran dapat mempengaruhi
kelahiran. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin banyak obat yang diberikan
pada ibu saat melahirkan, semakin lama dan sulit bayi menyesuaikan diri dengan kehidupan
pasca lahir. Bayi yang lahir dari ibu yang memakan oxytocin cendurung mengalami
penyakit kuning. Demikian juga kelahiran yang dipaksakan dengan dibantu oleh
obat-obatan pembunuh rasa sakit, akan semakin banyak perawatan kesehatan
diperlukan setelah kelahiran.3. Lingkungan pra lahir Setiap kondisi dalam
lingkungan pra lahir yang menghalangi perkembangan janin sesuai dengan table
waktu yang normal akan lebih banyak mengakibatkan kesulitan pada saat lahir dan
penyesuaian pasca lahir di bandingkan dengan kondisi lingkungan yang nyaman.4.
Jangka waktu periode kelahiran Lama rata-rata periode kelahiran 38 minggu atau
266 hari namun hanya sedikit bayi yang lahir tepat pada waktunya. Adakalanya
bayi lahir lebih awal dan adakalanya lebih lambat dari waktu rata-rata tersebut.
Bayi yang lahir lebih awal disebut premature sedangkan bayi yang lebih lambat
disebut posmatur. Bayi yang lahir premature,(lahir sebelum waktunya) maupun
yang berat lahirnya rendah dianggap sebagai bayi yang beresiko tinggi dan
cenderung memperlihatkan gejala perkembangan yang berbeda dengan bayi yang
lahir tepat waktu atau lebih lambat. bayi posmatur biasanya lebih cepat dan
berhasil menyesuaikan diri dengan lingkungan pasca lahir dibandingkan dengan
bayi yang normal sekalipun.5. Perawatan pasca lahir Perhatian dan perawatan
yang dilakukan ibu terhadap bayi yang baru dilahirkan mempunyai pengaruh
positif terhadap perkembangannya. Bayi yang mendapat perhatian dan perawatan
dengan baik cenderung lebih waspada, lebih aktif, dan lebih tanggap terhadap rangsangan
luar dibandingkan dengan bayi yang kurang mendapat perawatan. Beberapa dokter
rumah sakit meyakini bahwa periode singkat setelah kelahiran memiliki arti
penting bagi perkembangan bayi oleh karena itu selama waktu ini, orang tua dan
bayi perlu membentuk hubungan kedekatan emosional yang memberi landasan bagi
perkembangan yang optimal pada tahun-tahun ke depan. Bayi yang dipisahkan dari
ibunya setelah lahir, dapat menyulitkan perkembangan ikatan. Menempatkan bayi
yang baru lahir di sebelah tempat tidur ibunya dimaksudkan agar ibu segera
dapat merespon dan memenuhi kebutuhan perawatan bagi ibunya. Disamping itu
metode lain yang dilakukan adalah dengan meletakkan bayi yang baru lahir di
atas perut ibu segera setelah lahir, dengan keyakinan bahwa penempatan itu akan
mendorong ikatan emosional ibu dan bayi. 6. Sikap orang tua Hubungan baik orang
tua dengan anak dapat membantu bayi dalam menyesuaikan diri dengan lingkuungan
baru yang di alami setelah lahir. Demikian pentingnya kondisi atau sikap ibu
terhadap penyesuaian diri bayi yang baru lahir, seorang ayah sangat dituntut
dalam persalinan anak sebab kehadiran ayah dalam ruang persalinan, dapat
memberikan dukungan dan kekuatan emosional bagi ibu pada saat melahirkan bayi.
Disamping itu, dilihatkan dalam konteks psikologi Islam, pentingnya kehadiran
ayah dalam ruang persalinan mempunyai kaitan erat dengan tanggung jawab
pemberian pendidikan pertama, yakni menyuarakan lafadz adzan di telinga kanan
dan khomat di telinga kiri pada saat ia lahir.c. Perkembangan pada masa bayi i.
Pertumbuhan Fisik 1. Tinggi dan berat badan Pada saat baru lahir bayi memiliki
kepala yang sangat besar dibandingkan bagian tubuh lainnya. Pada saat rentang
waktu 12 tahun perkembangan bayi sudah banyak berubah dimana bayi sudah bisa
duduk, berdiri, membungkuk, memanjat dan bahkan berjalan. Pada saat lahir
panjang bayi ± 20 inci atau 50 cm dengan berat badan 3,4 kg. Selama bulan-bulan
pertama kehidupannya, berat badan bayi bertambah sekitar 5 hingga 6 ons per
minggu. Pada usia 2 tahun berat badan mencapai sekitar 13 hingga 19 dengan
tinggi sekitar 32 hingga 35 inci. 2. Perkembangan refleks Refleks adalah
gerakan-gerakan bayi yang bersifat otomatis dan tidak terkoordinir sebagai
reaksi terhadap rangsangan tertentu serta memberi bayi respons penyesuaian diri
terhadap lingkungan. Refleks-refleks utama pada bayi yang baru lahir, Selfert
dan Hoffinung menyebutkan ada 12 gerakan refleks yaitu: pernapasan, menghisap, mencari,
menelan, mengedip, biji mata, moro, memegang, penguatan leher, bebinski, melangkah,
berenang. Kedua bentuk refleks tersebut : a. Refleks survival b. Refleks
primitif c. Refleks menghisap dan mencari Refleks menghisap terlihat pada saat
bayi baru lahir secara otomatis akan menghisap benda yang ditempatkan
dimulutnya dengan refleks menghisap akan memudahkan bayi memperoleh makanan
sebelum mereka mengasosiasikan puting susu dengan makanan. Refleks mencari dan
menghisap akan menghilang setelah bayi berusaha kira-kira 3 hingga 4 bulan.
Kemudian usia bayi 1 tahun refleks menghisap menyatu dan diperluas dengan
aktivitas makan yang disengaja4. Refleks moro (moro refleks) Refleks moro
adalah suatu respons tiba-tiba dari bayi yang baru lahir sebagai akibat adanya
suara atau gerakan yang mengejutkannya. Refleks moro ini merupakan suatu upaya
mempertahankan hidup. Bayi yang sehat aka menunjukkan respons tersebut apabila
ia terkejut.5. Refleks menggenggam (grasping refleks) Refleks menggenggam
merupakan langkah awal bagi bayi untuk lebih memudahkan melakukan aktivitas
menggenggam selanjutnya yang lebih sengaja. Refleks ini terjadi ketika sesuatu
menyentuh telapak tangan bayi dan bayi akan merespons dengan cara menggenggam
dengan kuat. Beberapa refleks yang muncul pada bayi yang baru lahir yang
menghilang karena bergabung ke dalam beberapa tindakan yang lebih konfleks dan
spontan.6. Rangkaian tingkah laku dan keadaan bayi Perkembangan refleks dalam
fungsi metorik pada bayi kemuidan memunculkan serangkaian tingkah laku yang
lebih kompleks. Dengan tingkah laku yang kompleks tersebut telah memungkinkan
bayi sebagai makhluk biologis dapat bertahan hidup.7. Pola tidur dan bangun, Bayi yang
baru lahir menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur. Rata-rata bayi yang
baru lahir selama 16 hingga 17 jam sehari. Biasanya jumlah tidur bayi itu
berkurang secara teratur setiap bulan. Tingkah Laku Ciri Utama adalah sebagai
berikut : Siklus tidur dan bangun Neonatal : 80 % waktu dihabiskan untuk tidur.
6 – 7 bulan : tidur sepanjang malan tanpa bangun. 12 bulan : 50 % dihabiskan
waktu untuk tidur. Tingkah laku Neonatal : basah dan BAB setiap saat. 2 bulan :
bayi BAB 2 kali sehari 4 bulan : interval makan dan BAB bisa diramalkan.
Tingkah laku makan dan minum Neonatal : bayi makan 7 – 8 kali sehari. 1 bulan :
bayi makan 5 – 6 kali sehari. 2 bulan : memakan makanan padat. 12 bulan : makan
3 kali sehari.8. Pola makan dan minum Perkembangan fisik pada bayi tergantung
makanan yang baik selama 2 tahun pertama. Bayi membutuhkan makanan yang
mengandung sejumlah protein, kalori, vitamin dan mineral. Bagi bayi usia 4 – 6
bulan pertama, ASI atau susu formula lain merupakan sumber makanan dan energi
yang utama. Memberi ASI berarti susu yang bersih dan dapat dicerna serta
menolong mengimunisasi bayi yang baru lahir dari penyakit. Pola buang air
Kemampuan untuk mengendalikan buah air ini sangat tergantung pada kematangan
otot dan motivasi yang mereka miliki. Perkembangan Gerak
Refleks Perilaku gerak pada anak sudah muncul saat masih dalam kandungan ibu
dan bulan pertama setelah lahir. Sebagian besar gerak yang dilakukan anak masih
bersifat refleks artinya setiap gerakan dilakukan tidak secara sukarela, namun
sebagai respon terhadap rangsangan tertentu. Contoh, apabila diberikan
rangsangan berupa sentuhan pada telapak tangan bayi, maka telapak tangan
tersebut akan menutup. Hal ini akan terus menerus dilakukan oleh bayi apabila
mendapat rangsangan yang sama. Jadi gerak refleks dilakukan secara tidak
sukarela oleh bayi, namun sebagai upaya tidak sadar yang dilakukan oleh bayi.
Tahapan Gerak Refleks Pada anak usia balita, gerak refleks pada umumnya tidak
berlangsung hingga melampaui ulang tahun pertama. Namun demikian, sebagian
gerak refleks akan bertahan dalam waktu yang lebih lama bahkan selama hidupnya
pada orang normal dan sehat. Gerak refleks bukan hanya merupakan salah satu
aspek perkembangan manusia yang menarik, melainkan juga menjadi salah satu hal
yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Manusia lahir hanya dengan
sedikit kemampuan yang dapat dilakukan secara sadar dan dengan mobilitas yang
sangat terbatas. Manusia pada saat baru lahir (neonatal) sangatlah tidak
berdaya dan sangat menggantungkan diri pada orang lain dan pada refleks untuk
perlindungan dan kelangsungan hidupnya. Gerak refleks pada bayi digunakan
sebagai perlindungan kadar makanan (nutrisi). Refleks seperti ini seing disebut
dengan refleks primitif artinya gerak refleks yang muncul pada saat
perkembangan dalam kandungan atau setelah lahir dan biasanya hilang setelah
umur bayi 6 bulan. Gerak refleks menghisap/menyusu merupakan salah satu refleks
primitive yang paling dikenal, refleks Yudanto/FIK UNY ini ditandai dengan
gerakan menghisap jika bibir dirangsang. Seorang bayi yang baru lahir, tanpa
kemampuan yang dapat dilakukan secara sadar untuk mencerna makanan. Oleh karena
itu, gerak refleks menyusu ini membuat bayi dapat memperoleh makanan yang
penting bagi kelangsungan hidupnya dengan gerakan yang dilakukan secara tidak
sadar. Gerak refleks lainnya, yang penting untuk mempertahankan kecukupan zat
makanan adalah refleks menarik atau menekan. Keduanya berfungsi untuk menghisap
makanan. Gerak refleks ini akan muncul apabila daerah pipi dekat mulut
dirangsang. Kepala bayi akan berputar kearah pemberi rangsangan. Gerak refleks
ini membuat bayi yang belum mampu bergerak dapat mencari makanan yang
disediakan oleh ibunya saat dirangsang dengan puting susu ibunya. Gerak refleks
yang agak sukar (labyrinthine reflex) merupakan refleks perlindungan yang
sedikit berbeda dengan refleks sebelumnya. Jika seorang bayi ditempatkan dalam
posisi telungkup sehingga membuat pernafasannya agak terhambat. Bayi akan
berusaha untuk membalikkan badanya agar dapat bernafas, refleks ini dapat
merangsang bayi untuk dapat memutar atau memiringkan kepalanya ke posisi yang
sesuai dengan posisi tubuhnya. Selain gerak refleks yang dilakukan tanpa
kesadaran, ada juga gerak refleks yang dilakukan dengan sadar (postular reflex).
Gerak refleks ini dianggap sebagai dasar dari gerakan-gerakan pada masa datang,
karena rangsangan timbul dari pusat otak. Gerak refleks postular ini
diintegrasikan, dimodifikasi, dan diterapkan secara langsung ke dalam pola-pola
gerakan secara sadar yang lebih kompleks. Contoh, gerak refleks berjalan,
seorang anak berusia 1 atau 2 bulan jika diangkat dengan kedua kaki menyentuh
lantai, maka tekanan pada telapak kaki akan merangsang kaki untuk melakukan
aksi berjalan. Jadi, gerak refleks memberikan suatu gerak otomatis untuk
mencapai gerakan-gerakan pada masa datang. Gerak refleks ini akan digabung
dengan pola-pola gerak yang dilaksanakan secara sadar dan diperlukan untuk
memulai gerakan dengan mengembangkan otot. Bentuk-bentuk perilaku gerak yang
dilakukan secara tidak Yudanto/FIK UNY sadar pada usia dini sangatlah penting
dalam menentukan tingkat kematangan syaraf pada bayi. Masing-masing gerak
refleks pada bayi itu akan muncul dan menghilang sebagai variasi untuk
masing-masing bayi. Namun, penyimpangan yang terlalu jauh dari kerangka waktu
normal sebagai bukti adanya ketidakberfungsian syaraf-syaraf bayi tersebut.
Salah satu refleks yang paling sering dipergunakan untuk menguji
ketidakberfungsian syaraf adalah refleks moro, yang dapat menunjukkan kerusakan
otak pada saat lahir jika refleks itu kurang simetris. Metode pengujian gerak
refleks yang terstandarisasi ini dapat memberikan peluang untuk memeriksa
secara visual pola gerak anak dan kelayakan pola gerak tersebut untuk usia anak
yang bersangkutan. Beberapa tahapan perkembangan gerak refleks yang dialami
anak saat usia balita secara kronologis diuraikan pada kegiatan belajar 1,
sebagai berikut: 1. Tahap Gerak Refleks Telapak Tangan (palmar grasp reflex)
Tahapan gerak refleks telapak tangan merupakan salah satu dari seluruh refleks
bayi yang paling dikenal dan merupakan salah satu yang paling awal muncul pada
usia balita. Gerak refleks ini merupakan respons yang ditampilkan terhadap
rangsangan yang halus pada telapak tangannya. Apabila telapak tangan dirangsang
dengan apa saja, maka keempat jari tangan secara spontan akan menutup, meskipun
ibu jari tidak memberikan respons terhadap rangsangan ini. Namun gerak refleks
tangan ini menjadi ciri khas dari perkembangan motorik yang diperlihatkan anak
balita. Jadi pada tahapan ini anak balita sudah memiliki kemampuan menggunakan
telapak tangannya sebagai alat komunikasi dengan ibunya, seperti yang tampak
pada gambar di bawah ini. Yudanto/FIK UNY Gambar 1. Gerak Refleks Telapak
Tangan (palmar grasp reflex) 2. Tahap Gerak Refleks Menghisap (sucking reflex)
Tahapan gerak refleks menghisap dilakukan oleh bibir yang mendapat rangsangan,
misalnya sentuhan susu ibu. Rangsangan ini sebenarnya menimbulkan dua respons
yang berkaitan dengan menghisap. (1) terbentuk tekanan negatif di dalam oral
sehingga timbul aksi menghisap, dan (2) lidah akan menimbulkan tekanan positif,
lidah akan menekan ke arah atas dan sedikit ke arah depan dengan setiap aksi
menghisap. Setelah diberi rangsangan yang sesuai akan terjadi serangkaian gerakan
menghisap, masingmasing gerakan ini terdiri dari penerapan tekanan positif dan
negatif secara serentak. Jadi, padatahapan ini anak sudah memiliki kemampuan
menghisap seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 2. Gerak Refleks
Menghisap (sucking reflex) Yudanto/FIK UNY 3. Tahap Gerak Refleks Pencarian
(search reflex) Tahapan gerak refleks pada pencarian ini membantu bayi
mendapatkan sumber makanan dan kemudian refleks menghisap membuat bayi dapat
mencerna makanan. Refleks ini pada umumnya dapat ditimbulkan dengan sentuhan
lembut pada daerah sekitar mulut. Jadi, pada tahapan ini anak sudah memiliki
kemampuan melakukan pencarian sesuatu dengan geraknya seperti yang tampak pada
gambar di bawah ini. Gambar 3. Gerak Refleks Pencarian (search reflex) 4. Tahap
Gerak Refleks Moro (moro reflex) Tahapan gerak refleks moro paling bermanfaat
untuk mendiagnosis kematangan neurologis bayi. Gerak refleks ini sering kali
muncul pada saat lahir dan berakhir pada saat bayi berumur 4 s/d 6 bulan. Salah
satu rangsangan untuk membangkitkan refleks moro adalah dengan jalan
menelentangkan bayi di atas kasur. Rangangan ini akan membuat lengan,
jari-jari, dan kaki meregang. Jadi pada tahapan ini anak sudah memiliki
kemampuan melakukan gerak refleks moro seperti yang tampak pada gambar di bawah
ini. Yudanto/FIK UNY Gambar 4. Gerak Refleks Moro (moro reflex) 5. Tahap Gerak
Refleks tidak Simetrik Leher (asymmetrical tonic neck reflex) Tahapan gerak
refleks tidak simetrik leher pada umumnya dapat dilihat pada bayi yang lahir prematur.
Refleks ini dapat muncul jika bayi dalam keadaan telungkup. Jika kepala bayi
diputar ke salah satu sisi atau yang lainnya, maka anggota tubuh yang searah
dengan perputaran tersebut akan membuka, sedangkan anggota tubuh pada arah
berlawanan akan menutup. Gerak refleks ini biasanya paling bertahan hingga bayi
berusia 2 s/d 3 bulan, selanjutnya akan menghilang. Jadi, pada tahapan ini anak
sudah memilki kemampuan gerak refkleks tidak dimentrik seperti yang tampak pada
gambar di bawah ini. Gambar 5. Gerak Refleks tidak Simetrik Leher (asymmetrical
tonic neck reflex) Yudanto/FIK UNY 6. Tahapan Gerak Refleks Simetrik Leher
(symmetrical tonic neck reflex) Tahapan gerak refleks simetrik pada leher
memberikan respons yang sama dengan anggota tubuhnya. Respons simetris ini
dapat timbul dengan jalan menempatkan bayi dalam posisi duduk yang ditumpu
(dipegang orang dewasa). Jika bayi dimiringkan cukup jauh ke belakang, maka
leher akan memanjang, yang sesuai dengan refleks membuka tangan dan menutup
kaki. Namun, apabila dimiringkan ke depan maka terjadi refleks yang sebaliknya.
Apabila refleks ini bertahan lama akan menimbulkan hambatan pada kemampuan bayi
dalam mengangkat kepala dengan sadar saat berada dalam posisi telungkup. Jadi,
pada tahapan ini anak sudah memiliki kemampuan refleks simetrik pada bagian
leher seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 6. Gerak Refleks
Simetrik Leher (symmetrical tonic neck reflex) 7. Tahap Gerak Refleks Telapak
Kaki (plantar grasp reflex) Tahapan gerak refleks ini normalnya dapat dilihat
pada anak mulai dari sejak lahir hingga sepanjang tahun pertama usia bayi
tersebut. Refleks ini dapat ditimbulkan dengan jalan menerapkan sedikit
tekanan, biasanya dengan ujung jari, pada tumit kaki, yang membuat seluruh jari
kaki menutup. Gerakan menutup ini sebagai upayanya untuk menangkap rangsangan.
Refleks ini harus lebih dahulu dilampaui sebelum anak dapat berdiri dengan
tegak, berdiri sendiri, dan berjalan. Jadi, pada tahapan ini anak sudah
Yudanto/FIK UNY dapat melakukan gerak refleks tepalak kaki seperti yang tampak
pada gambar di bawah ini. Gambar 7. Gerak Refleks Telapak Kaki (plantar grasp
reflex) 8. Tahap Gerak Refleks kedua Telapak Tangan (palmar mandibular reflex)
Tahapan gerak refleks ini dapat muncul dengan jalan menerapkan tekanan secara
serentak terhadap telapak dari masing-masing tangan, sehingga aPerkembangan
Gerak Refleks Perilaku gerak pada anak sudah muncul saat masih dalam kandungan
ibu dan bulan pertama setelah lahir. Sebagian besar gerak yang dilakukan anak
masih bersifat refleks artinya setiap gerakan dilakukan tidak secara sukarela,
namun sebagai respon terhadap rangsangan tertentu. Contoh, apabila diberikan
rangsangan berupa sentuhan pada telapak tangan bayi, maka telapak tangan
tersebut akan menutup. Hal ini akan terus menerus dilakukan oleh bayi apabila
mendapat rangsangan yang sama. Jadi gerak refleks dilakukan secara tidak
sukarela oleh bayi, namun sebagai upaya tidak sadar yang dilakukan oleh bayi.
Tahapan Gerak Refleks Pada anak usia balita, gerak refleks pada umumnya tidak
berlangsung hingga melampaui ulang tahun pertama. Namun demikian, sebagian
gerak refleks akan bertahan dalam waktu yang lebih lama bahkan selama hidupnya
pada orang normal dan sehat. Gerak refleks bukan hanya merupakan salah satu
aspek perkembangan manusia yang menarik, melainkan juga menjadi salah satu hal
yang sangat penting bagi kehidupan umat manusia. Manusia lahir hanya dengan
sedikit kemampuan yang dapat dilakukan secara sadar dan dengan mobilitas yang
sangat terbatas. Manusia pada saat baru lahir (neonatal) sangatlah tidak
berdaya dan sangat menggantungkan diri pada orang lain dan pada refleks untuk
perlindungan dan kelangsungan hidupnya. Gerak refleks pada bayi digunakan
sebagai perlindungan kadar makanan (nutrisi). Refleks seperti ini seing disebut
dengan refleks primitif artinya gerak refleks yang muncul pada saat
perkembangan dalam kandungan atau setelah lahir dan biasanya hilang setelah
umur bayi 6 bulan. Gerak refleks menghisap/menyusu merupakan salah satu refleks
primitive yang paling dikenal, refleks Yudanto/FIK UNY ini ditandai dengan
gerakan menghisap jika bibir dirangsang. Seorang bayi yang baru lahir, tanpa
kemampuan yang dapat dilakukan secara sadar untuk mencerna makanan. Oleh karena
itu, gerak refleks menyusu ini membuat bayi dapat memperoleh makanan yang
penting bagi kelangsungan hidupnya dengan gerakan yang dilakukan secara tidak
sadar. Gerak refleks lainnya, yang penting untuk mempertahankan kecukupan zat
makanan adalah refleks menarik atau menekan. Keduanya berfungsi untuk menghisap
makanan. Gerak refleks ini akan muncul apabila daerah pipi dekat mulut
dirangsang. Kepala bayi akan berputar kearah pemberi rangsangan. Gerak refleks
ini membuat bayi yang belum mampu bergerak dapat mencari makanan yang
disediakan oleh ibunya saat dirangsang dengan puting susu ibunya. Gerak refleks
yang agak sukar (labyrinthine reflex) merupakan refleks perlindungan yang
sedikit berbeda dengan refleks sebelumnya. Jika seorang bayi ditempatkan dalam
posisi telungkup sehingga membuat pernafasannya agak terhambat. Bayi akan
berusaha untuk membalikkan badanya agar dapat bernafas, refleks ini dapat
merangsang bayi untuk dapat memutar atau memiringkan kepalanya ke posisi yang
sesuai dengan posisi tubuhnya. Selain gerak refleks yang dilakukan tanpa kesadaran,
ada juga gerak refleks yang dilakukan dengan sadar (postular reflex). Gerak
refleks ini dianggap sebagai dasar dari gerakan-gerakan pada masa datang,
karena rangsangan timbul dari pusat otak. Gerak refleks postular ini
diintegrasikan, dimodifikasi, dan diterapkan secara langsung ke dalam pola-pola
gerakan secara sadar yang lebih kompleks. Contoh, gerak refleks berjalan,
seorang anak berusia 1 atau 2 bulan jika diangkat dengan kedua kaki menyentuh
lantai, maka tekanan pada telapak kaki akan merangsang kaki untuk melakukan
aksi berjalan. Jadi, gerak refleks memberikan suatu gerak otomatis untuk
mencapai gerakan-gerakan pada masa datang. Gerak refleks ini akan digabung
dengan pola-pola gerak yang dilaksanakan secara sadar dan diperlukan untuk
memulai gerakan dengan mengembangkan otot. Bentuk-bentuk perilaku gerak yang
dilakukan secara tidak Yudanto/FIK UNY sadar pada usia dini sangatlah penting
dalam menentukan tingkat kematangan syaraf pada bayi. Masing-masing gerak
refleks pada bayi itu akan muncul dan menghilang sebagai variasi untuk
masing-masing bayi. Namun, penyimpangan yang terlalu jauh dari kerangka waktu
normal sebagai bukti adanya ketidakberfungsian syaraf-syaraf bayi tersebut.
Salah satu refleks yang paling sering dipergunakan untuk menguji ketidakberfungsian
syaraf adalah refleks moro, yang dapat menunjukkan kerusakan otak pada saat
lahir jika refleks itu kurang simetris. Metode pengujian gerak refleks yang
terstandarisasi ini dapat memberikan peluang untuk memeriksa secara visual pola
gerak anak dan kelayakan pola gerak tersebut untuk usia anak yang bersangkutan.
Beberapa tahapan perkembangan gerak refleks yang dialami anak saat usia balita
secara kronologis diuraikan pada kegiatan belajar 1, sebagai berikut: 1. Tahap
Gerak Refleks Telapak Tangan (palmar grasp reflex) Tahapan gerak refleks
telapak tangan merupakan salah satu dari seluruh refleks bayi yang paling
dikenal dan merupakan salah satu yang paling awal muncul pada usia balita.
Gerak refleks ini merupakan respons yang ditampilkan terhadap rangsangan yang
halus pada telapak tangannya. Apabila telapak tangan dirangsang dengan apa
saja, maka keempat jari tangan secara spontan akan menutup, meskipun ibu jari
tidak memberikan respons terhadap rangsangan ini. Namun gerak refleks tangan
ini menjadi ciri khas dari perkembangan motorik yang diperlihatkan anak balita.
Jadi pada tahapan ini anak balita sudah memiliki kemampuan menggunakan telapak
tangannya sebagai alat komunikasi dengan ibunya, seperti yang tampak pada
gambar di bawah ini. Yudanto/FIK UNY Gambar 1. Gerak Refleks Telapak Tangan
(palmar grasp reflex) 2. Tahap Gerak Refleks Menghisap (sucking reflex) Tahapan
gerak refleks menghisap dilakukan oleh bibir yang mendapat rangsangan, misalnya
sentuhan susu ibu. Rangsangan ini sebenarnya menimbulkan dua respons yang
berkaitan dengan menghisap. (1) terbentuk tekanan negatif di dalam oral
sehingga timbul aksi menghisap, dan (2) lidah akan menimbulkan tekanan positif,
lidah akan menekan ke arah atas dan sedikit ke arah depan dengan setiap aksi menghisap.
Setelah diberi rangsangan yang sesuai akan terjadi serangkaian gerakan
menghisap, masingmasing gerakan ini terdiri dari penerapan tekanan positif dan
negatif secara serentak. Jadi, padatahapan ini anak sudah memiliki kemampuan
menghisap seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 2. Gerak Refleks
Menghisap (sucking reflex) Yudanto/FIK UNY 3. Tahap Gerak Refleks Pencarian
(search reflex) Tahapan gerak refleks pada pencarian ini membantu bayi
mendapatkan sumber makanan dan kemudian refleks menghisap membuat bayi dapat
mencerna makanan. Refleks ini pada umumnya dapat ditimbulkan dengan sentuhan
lembut pada daerah sekitar mulut. Jadi, pada tahapan ini anak sudah memiliki
kemampuan melakukan pencarian sesuatu dengan geraknya seperti yang tampak pada
gambar di bawah ini. Gambar 3. Gerak Refleks Pencarian (search reflex) 4. Tahap
Gerak Refleks Moro (moro reflex) Tahapan gerak refleks moro paling bermanfaat
untuk mendiagnosis kematangan neurologis bayi. Gerak refleks ini sering kali
muncul pada saat lahir dan berakhir pada saat bayi berumur 4 s/d 6 bulan. Salah
satu rangsangan untuk membangkitkan refleks moro adalah dengan jalan
menelentangkan bayi di atas kasur. Rangangan ini akan membuat lengan,
jari-jari, dan kaki meregang. Jadi pada tahapan ini anak sudah memiliki
kemampuan melakukan gerak refleks moro seperti yang tampak pada gambar di bawah
ini. Yudanto/FIK UNY Gambar 4. Gerak Refleks Moro (moro reflex) 5. Tahap Gerak
Refleks tidak Simetrik Leher (asymmetrical tonic neck reflex) Tahapan gerak refleks
tidak simetrik leher pada umumnya dapat dilihat pada bayi yang lahir prematur.
Refleks ini dapat muncul jika bayi dalam keadaan telungkup. Jika kepala bayi
diputar ke salah satu sisi atau yang lainnya, maka anggota tubuh yang searah
dengan perputaran tersebut akan membuka, sedangkan anggota tubuh pada arah
berlawanan akan menutup. Gerak refleks ini biasanya paling bertahan hingga bayi
berusia 2 s/d 3 bulan, selanjutnya akan menghilang. Jadi, pada tahapan ini anak
sudah memilki kemampuan gerak refkleks tidak dimentrik seperti yang tampak pada
gambar di bawah ini. Gambar 5. Gerak Refleks tidak Simetrik Leher (asymmetrical
tonic neck reflex) Yudanto/FIK UNY 6. Tahapan Gerak Refleks Simetrik Leher
(symmetrical tonic neck reflex) Tahapan gerak refleks simetrik pada leher
memberikan respons yang sama dengan anggota tubuhnya. Respons simetris ini
dapat timbul dengan jalan menempatkan bayi dalam posisi duduk yang ditumpu
(dipegang orang dewasa). Jika bayi dimiringkan cukup jauh ke belakang, maka
leher akan memanjang, yang sesuai dengan refleks membuka tangan dan menutup
kaki. Namun, apabila dimiringkan ke depan maka terjadi refleks yang sebaliknya.
Apabila refleks ini bertahan lama akan menimbulkan hambatan pada kemampuan bayi
dalam mengangkat kepala dengan sadar saat berada dalam posisi telungkup. Jadi,
pada tahapan ini anak sudah memiliki kemampuan refleks simetrik pada bagian
leher seperti yang tampak pada gambar di bawah ini. Gambar 6. Gerak Refleks
Simetrik Leher (symmetrical tonic neck reflex) 7. Tahap Gerak Refleks Telapak
Kaki (plantar grasp reflex) Tahapan gerak refleks ini normalnya dapat dilihat
pada anak mulai dari sejak lahir hingga sepanjang tahun pertama usia bayi
tersebut. Refleks ini dapat ditimbulkan dengan jalan menerapkan sedikit
tekanan, biasanya dengan ujung jari, pada tumit kaki, yang membuat seluruh jari
kaki menutup. Gerakan menutup ini sebagai upayanya untuk menangkap rangsangan.
Refleks ini harus lebih dahulu dilampaui sebelum anak dapat berdiri dengan
tegak, berdiri sendiri, dan berjalan. Jadi, pada tahapan ini anak sudah
Yudanto/FIK UNY dapat melakukan gerak refleks tepalak kaki seperti yang tampak
pada gambar di bawah ini. Gambar 7. Gerak Refleks Telapak Kaki (plantar grasp
reflex) 8. Tahap Gerak Refleks kedua Telapak Tangan (palmar mandibular reflex)
Tahapan gerak refleks ini dapat muncul dengan jalan menerapkan tekanan secara
serentak terhadap telapak dari masing-masing tangan,
. DAFTAR PUSTAKA
http://www.contohmakalah.co.cc/2010/05/psikologi-perkembangan-masa-pranatal.html#ixzz15iGuHG7Rhttp://www.aqilaputri.rachdian.comhttp://perkembangan_manusia.blogspot.com/http://makalah-psikologi-tentang-tahap.htmlhttp://perkembangan.
com






0 komentar:
Posting Komentar