Minggu, 29 Oktober 2017

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN YANG BERPUSAT PADA ANAK



PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN
YANG BERPUSAT PADA ANAK
                                                                                  
A.    Rasional Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
Seperti yang telah dikemukakan oleh Piaget, bahwa anak adalah pembangun aktif pengetahuannya sendiri. Anak membangun pemahaman mereka  sendiri tentang dunianya. Anak memahami apa yang ada di sekeliling mereka dengan menggabungkan pengalaman- pengalaman baru dengan apa yang telah mereka pahami sebelumnya. Sering pula mereka menginterpretasikan sendiri apa yang mereka lihat.
Melalui interaksi dengan objek dan interaksi sosial dengan orang tuanya, anak dapat membangun pengetahuannya sendiri. Orang tua, guru dan orang dewasa lainnya harus berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran yang berpusat pada anak lah yang merupakan satu alternatif yang dapat dipilih dalam memfasilitasi anak belajar aktif.
Para pakar pendidik seperti, Rouseau, Pestalozzi, Froebel, Mereka mengatakan bahwa, anak pada hakikatnya memiliki potensi untuk aktif dan berkembang. Froebel menegaskan tentang pendidikan yang berpusat pada anak (child centre). Froebel sangat menegaskan bahwa dalam belajar harus dimulai dari kemampuan anak dan dari apa yang diminati anak dalam belajar. Sebenarnya anak memiliki potensi, jika orang dewasa mampu menyediakan lingkungan yang baik bagi anak, maka anak akan berkembang secara wajar.
Pandangan lain ytang banyak memberikan kontribusi terhadap pembelajran yang berpusat pada anak adalah paham konstuktivis yang dimotori oleh Jean Piaget dan Lev Vigotsky. Paham ini menekankan bahwa anak itu bersifat aktif dan memiliki kemampuan untuk membangun pengetahuannya sendiri.
1.  Pendekatan yang Melandasi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
      a. Pendekatan Perkembangan                                                  
Pendekatan perkembangan didasarkan pada teori Jean Piaget, Eric Ericson dan Vigotsky yang memendang anak sebagai organisme biologis. Piaget membagi tahapan anak melalui serangkaian tahapan, yaitu tahapan sensorimotor ( 0-2 tahun ), tahapan pra- operasional ( 2-6 tahun ), tahapan operasional konkret ( 6-7 tahun sampai 10-11 tahun ) dan tahapan operasional formal ( rentang usia 10-11 tahun ).
b. Pendekatan Belajar Aktif
Belajar aktif bagi anak merupakan proses yang kompleks melibatkan aktifitas mental dan fisik. Anak pada dasarnya memiliki kemampuan dalam membangun dan mengkreasi pengetahuannya sendiri. Proses belajar yang bermakana dapat terjadi jika anak berbuat sesuatu dengan lingkungannya. Kesempatan anak untuk mencipta, mengkreasi dan memanipulasiu objek dan ide merupakan hal yang utama dalam proses belajar.
Belajar aktif dapat artikan sebagai belajar dimana anak berbuat dengan objek-objek dan berinteraksi dengan orang, ide serta peristiwa-peristiwa untuk membangun pemahaman baru. Belajar aktif juga dapat diartikan bahwa dimana anak usia dini bereksplorasi dengan lingkungan seprti mengamati, meneliti, menyimak, menggerakan tubuhnya, menyentuh, mencium, meraba dan membuat sesuatu dengan objek dilingkungannya.
2.  Karakteristik Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
Pembelajaran terpadu dikatakan sebagai pembelajaran yang berpusat pada anak, karena pada dasarnya pembelajaran terpadu merupakan suatu sistem pembelajaran yang memberikan keleluasaan pada siswa, baik secara individu maupun kelompok. Siswa dapat aktif mencari , menggali dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip dari suatu pengetahuan yang harus dikuasainya sesuai dengan perkembangannya. Mashitoh,dkk.(2005).
Pembelajaran yang berpusat pada anak memiliki karakteristik sebagai berikut:
1) prakarsa kegiatan tumbuh dari minat dan keinginan anak,
2) Anak-anak memilh bahan dan memutuskan apa yang ingin ia kerjakan,
3) Anak mengekspresikan bahan-bahan secara aktif dengan seluruh indranya,
4) Anak menemukan sebab akibat melalui pengalaman langsung,
5) Anak mentransformasikan dan menggabungkan bahan-bahan,
6) Anak menggunakan otot kasarnya,
7) Anak menceritakan pengalamannya.
B.     Prosedur Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
Pembelajaran yang berpusat pada anak harus direncanakan dan diupayakan dengan matang. Upaya yang dilakukan adalah dengan merencanakan dan menyediakan bahan/peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif. Untuk itu perlu disediakan area-area yang memungkinkan berbagai kegiatan sesuai pilihannya.
a.       Menyiapkan Lingkungan Belajar
Tahapan awal yang perlu dilakukan adalah menyiapkan/ merencanakan dan menyediakan bahan- bahan/ peralatan yang dapat mendukung perkembangan dan belajar anak secara komprehensif yang meliputi perkembangan fisik motorik, sosial emosional, kognitif, kreativitas dan bahasa.
Area- area tersebut meliputi:
1.      Area Pasir dan Air. Air dan pasir merupakan dua jenis benda yang disukai oleh anak- anak. Melalui pasir dan air anak dapat bermain dengan dirinya, dengan benda- benda yang ada disekitarnya, dengan teman, atau bermain dalam kelompok. Pasir dan air merupakan wahana yang beik untuk belajar anak
2.      Area Balok.Pada area ini anak dapat menemukan sesuatu untuk dikerjakan dengan balok. Dengan balok, anak dapat berbuat sesuatu, misalnya membuat menara, mobil- mobilan, jembatan, rumah- rumahan dan sebagainya. Mereka juga dapat mengangkat, menumpuk, mengelompokkan, menggabungkan balok- balok tersebut untuk bermain dan lain- lain.
3.       Area Rumah dan Bermain Drama.Disini anak dapat bereksplorasi, meniru dan berpura- pura melakukan kegiatan- kegiatan seperti di rumah. Misalnya bermain sendiri atau dengan temannya berperan sebagai ibu, ayah, bibi dan lain- lain. Atau menirukan pekerjaan orang tuanya seperti guru, pilot, supir, dokter dan sebagainya.
4.       Area Seni.Tujuan utama area ini adalah untuk menumbukembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, daya khayal dan inisiatif anak ( Pamela A. Croughlin, 1997). Di area ini anak dapat mengeksplorasi bahan- bahan, mencampur  warna, menggunting, menggambar dan sebagainya.
5.      Area Manipulatif.Area ini merupakan tempat anak bermain dengan permainan sederhana,puzzle, atau perangkat mainan manipulatif yang dapat digunakan dengan berbagai cara. Contohnya : menggabungkan, memisahkan, mengambil, sebagai benda, membuat pola.
6.      Area Membaca dan menulis.Area ini memberi kesempatan kepada anak untuk mempersiapkan membaca dan menulis. Bahan- bahan yang disiapkan meliputi buku- buku yang dibuat anak, majalah, buku- buku cerita, alat- alat menulis, dan lain- lain yang memungkinkan anak dapat , memilih sendiri kegiatnnya.
7.      Area pertukangan atau kerja Kayu.Area ini anak dapat menggunakan perkakas yang biasa digunakan oleh orang dewasa. Mereka dapat memukul paku dengan palu pada kayu, menggunakan peralatan kerja kayu yang sederhana, untuk mengetahui bagaimana mereka bekerja serta memuaskan kebutuhannya.  Misalnya memuat mobil- mobilan, kapl- kapalan, atau bentuk- bentuk lain sesuai dengan yang mereka inginkan.
8.      Area musik dan gerak. Pada area ini anak dapat melakukan berbagai kegiatan bernyanyi, memainkan alat musik, menari, mendengarkan musik, membuat nyanyian, atau mengeksplorasi alat- alat musik.
9.       Area komputer. Area komputer sebaiknya dilengkapi dengan program yang dirancang khusus untuk anak- anak. Melalui komputer anak dapat menggambar, menghitung, belajar membaca, membuat permainan, membuat cerita sendiri dan sebagainya.
10.  Area bermain di luar ruangan.Area bermaian diluar ruangan merupakan tempat yang menyenangkan bagi anak. Disini anak dapat bergerak dengan bebas melompat, memanjat, menangkat bola, bermain ayunan dan sebagainya. Dalam area ini yang perlu diperhatikan adalah faktor keselamatan.
Pada setiap area tersebut perlu dilegkapi dengan bahan- bahan, benda- benda atau berbagai objek yang dibutuhkan anak untuk belajar dan berkembang secara optimal.
b.      Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran yang berpusat pada anak meliputi: tahap perencanaan,tahap bekerja.ContohPenerapan,Pembelajaran,yang,Berpusat,pada,Anak Plan Do Review, merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak. Dalam pendekatan ini anak diberi kesempatan untuk melakukan sesuai dengan minat dan keinginannya, mulai dari membuat perencanaan, (Plan), mengerjakan (Do), dan melaporkan kembali (Review).
Prosedur pelaksanaan pembelajaran sebagai berikut:
1. Tahap Merencanakan (Planning Time).
Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya.
2. Tahap Bekerja (Work Time).
Tahap ini adalah tahap dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Anak mentransformasikan rencana ke dalam tindakan.
3. Tahap Review atau Melaporkan Kembali (Recall).
Tahap ini merupakan tahap memperlihatkan apa yang telah dilakukan anak pada tahap bekerja.
C.     Contoh Penerapan Pembelajaran yang Berpusat pada Anak
A.    Langkah – Langkah Krgiatan
1. Tahap Merencanakan (Planning Time)
Tahap ini merupakan tahap awal dari seluruh kegiatan. Tahap ini merupakan tahap yang cukup penting karena tahap pada ini anak dapat mencoba mengemukakan gagasan, pilihan dan keputusan yang akan mereka buat. Pada tahap ini anak diberi kesempatan untuk membuat rencana dari kegiatan yang akan mereka lakukan selanjutnya. Dengan membuat perencananaan anak akan terdorong rasa percaya diri, serta terlibat dan berkonsentrasi pada permainan.
Ketika anak merencanakan sesuatu mereka akan mengalami berbagai tugas perkembangan diantaranya:
a. Menetapkan masalah yang akan dipecahkan atau menetapkan tujuan yang akan dicapainya. Contoh: “Saya ingin tahu apa isi kotak itu ?”.
b. Membayangkan serta mengantisipasi kegiatan yang akan dilakukan. Contoh: “Jika saya menarik bangku ke dekat kotak, Saya akan tahu isi kotak itu”.
c. Mengekspresikan minat mereka terhadap sesuatu. Hal ini dianggap penting karena ketika anak berminat akan sesuatu mereka akan tampak lebih bersemangat dan memungkinkan terciptanya pembelajaran yang bersifat efektif.
Perencanaan yang efektif berawal dari minat anak, untuk itu pengamatan yang sangat teliti dari seorang guru sangat diperlukan. Guru harus mendorong dan membantu anak memformulasikan perencaaan saat itu.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam membuat perencanaan.
·         Anak-anak mengelilingi area-area yang terdapat di dalam kelas dengan berpasangan. Apabila mereka menemukan area yang cocok dengan minatnya maka mereka dapat bermain.
·         Meja perencanaan di penuhi dengan alat-alat yang akan digunakan dalam kegiatan. Anak dapat menyentuh alat-alat tersebut, serta memilih untuk memainkannya.
·         Guru dan anak berpura-pura menjadi kereta api yang berkeliling dari area ke area untuk melihat bahan dan permainan yang mungkin dapat dipilih. Guru dan anak dapat bergantian jadi lokomotifnya.
2. Tahap Bekerja (Work Time)
Tahap bekerja adalah waktu dimana anak bermain dan memecahkan masalah. Pada tahap ini anak mentranformasikan rencana mereka dalam bentuk tindakan.
Pada tahap ini anak melakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Anak terlibat dalam proses inisiatif, melaksanakan, memodivikasi, melengkapi dan merubah rencana mereka.
b.  Anak bermain dalam konteks sosial yang berpariasi.
c.  Anak terlibat dalam jenis mainan yang berbeda.
d. Anak melakukan percakapan.
Selama kegiatan tersebut bagaimana guru memberi dukungan kepada anak. Beberapa cara dapat dilakukan sebagai berikut.
a.       Guru memeriksa tentang keyakinan anak terhadap perencanaannya.
b.      Guru menyediakan ruang bekerja bagi anak.
c.       Guru menemukan apa yang dilakukan anak.
d.      Guru memilih anak untuk mengamati, mengumpulkan pandangan mereka, dan membuat perancanaan.
e.       Guru berperan serta dalam permainan anak.
f.       Guru bercakap-cakap dengan anak.
g.      Guru mendorong anak memecahkan masalah.
h.      Guru mengamati dan mencatat kegiatan anak
i.        Melaksanakan tahap bekerja sampai selesai
3.  Tahapan Review/ Recall
Tahap ini merupakan tahap kegiatan merefleksikan, mengemukakan, memperlihatkan, apa yang telah mereka lakukan pada tahap bekerja. Pada tahap ini anak dilibatkan dalam beberapa proses penting seperti: menggambar, menghubungkan perencanaan dengan hasil, dan berbicara dengan teman-temannya tentang penemuan dan kegiatan mereka.
Hal-hal yang dilakukan anak pada saat review ini adalah:
a.       Anak mengembangkan berbicara tentang kegiatan yang telah dilakukannya.
b.      Anak memilih pengalaman yang akan diungkapkannya.
Anak membangun pemahamannya sendiri tentang apa yang telah merekalakukan. Anak mengungkapkan pengalamannya dengan cara yang beragam.
Pada tahap ini guru dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
a.   Guru memeriksa kembali tentang keyakinan anak bagaimana mereka belajar pada tahap ini.
b.   Guru mengulas bersama anak dalam suasana yang nyaman.
c.   Guru bercakap-cakap tentang tahap tersebut.
d.   Guru mengantisipasi perubahan yang dilakukan oleh seorang anak.
B.     Contoh Penerapan
1.      Tahap Perencanaan.Pada tahap ini guru memberi kesempatan pada anak untuk merencanakan kegiatan yang akan dilakukannya. Guru dapat menyiapkan alat-alat bermain yang terdiri dari:
a.    Balok-balok kayu
b.    Model buah-buahan
c.    Alat-alat transportasi
d.   Buku-buku cerita
e.    Peralatan menggambar
f.     Macam-macam boneka
Anak dipersilakan memilih kegiatan yang ingin dilakukannya. Guru membawa anak berkeliling memilih area-area yang terdapat didalam kelas sehingga mereka dapat memilih kegiatan atau alat permainan sesuai dengan keinginan dan minatnya.
Dalam pelaksaannya memberikan formulir pada anak untuk memilih kegiatan yang akan mereka lakukan.
2.      Tahap Bekerja.Setelah memilih kegiatan yang akan dilakukannya, kemudian anak dikelompokkan berdasarkan kegiatan yang telah di pilih. Pada tahap ini anak mulai bekerja, bermain atau memecahkan masalah sesuai dengan apa yang telah direncanankan sebelumnya. Guru mengawasi secara intensif, memberikan dukungan, serta memberikan bantuan pada saat anak melakukan kegiatan
3.      Review. Setelah selesai merupakan kegiatan sesuai dengan perencanaan, anak kemudian diberi kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya secara langsung. Pada tahap ini guru dapat melakukan diskusi untuk memancing anak mengungkapkan perasaannya dengan tepat.


DAFTAR PUSTAKA

































0 komentar:

Posting Komentar

RPP tentang SITEM PETIDAKSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : MA. Ittihadil Ummah Mata Pelajaran/Tema : Matematika/Sistem Persamaan dan Pe...